PESAWARAN — Capaian Desa Sidodadi menembus 15 besar nasional Program Desa Cantik 2026 disebut tidak lepas dari pembenahan pengelolaan data yang dilakukan desa tersebut. Bupati menilai data yang valid dan mudah diakses menjadi kunci agar pembangunan desa berjalan sesuai kebutuhan warga.
Melalui program ini, desa didorong tidak hanya menjadi objek pendataan. Desa diharapkan mampu mengelola dan memanfaatkan datanya secara mandiri untuk menentukan sasaran program dan bantuan pemerintah.
Bupati Nanda menegaskan pentingnya perubahan cara pandang dalam pengelolaan data desa. Menurutnya, kemandirian data akan menentukan ketepatan kebijakan pembangunan di tingkat paling bawah.
"Harapan saya melalui program ini, kita ingin mengubah paradigma agar desa tidak lagi hanya menjadi objek pendataan, tetapi menjadi subjek yang mandiri dalam mengelola datanya sendiri," ujar Bupati Nanda.
Ia juga menyoroti pemanfaatan data sebagai instrumen untuk mendorong kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Data yang tersedia, kata dia, harus dipakai untuk menentukan sasaran program dan bantuan secara lebih tepat.
"Tanpa data yang baik, arah kebijakan kita untuk masa depan desa akan sulit ditentukan secara tepat. Karena itu, saya harap program Desa Cantik ini terus berjalan secara berkesinambungan," katanya.
Dalam pelaksanaannya, Desa Sidodadi melakukan sejumlah pembenahan. Mulai dari pemutakhiran data kependudukan, pendataan UMKM, penguatan website desa sebagai sarana diseminasi informasi, hingga penyusunan publikasi statistik dan infografis yang mudah dipahami warga.
Penguatan pengelolaan data itu didukung tiga Agen Statistik Desa Sidodadi, yakni Rizky Edy Suwarno, Isbuntaran, dan Chicilia Rahmawati Putri. Mereka berperan mendukung proses pengelolaan data sekaligus meningkatkan literasi statistik di lingkungan desa.
Sejumlah produk statistik dihasilkan dari program ini. Di antaranya Buku Monografi Desa Sidodadi Tahun 2026, Desa Sidodadi Dalam Angka 2026, Publikasi Potensi UMKM Desa Sidodadi 2026, Ragam Data Desa Sidodadi 2024–2026, serta Buku Infografis Desa Sidodadi Tahun 2026.
Desa Sidodadi juga mengembangkan portal digital yang menyediakan informasi kependudukan, ketenagakerjaan, katalog UMKM, potensi wisata, hingga layanan administrasi desa. Langkah itu membuat data lebih mudah diakses dan dimanfaatkan masyarakat.
Yang tidak kalah penting, data hasil Program Desa Cantik mulai dimanfaatkan sebagai salah satu dasar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027. Pemanfaatan itu menunjukkan program ini tidak berhenti pada pendataan dan publikasi, tetapi mulai berkontribusi nyata pada perencanaan pembangunan desa.
Bupati Nanda menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur Desa Sidodadi dan para agen statistik desa atas komitmen yang ditunjukkan.
"Terima kasih kepada seluruh aparatur Desa Sidodadi dan para agen statistik desa atas komitmen, peran aktif, dan dedikasi dalam menyukseskan program Desa Cantik ini. Dampingi warga kita dan jaga kualitas data desa ini dengan penuh tanggung jawab," ungkapnya.
Masuknya Desa Sidodadi dalam 15 besar nasional merupakan hasil sinergi Pemerintah Kabupaten Pesawaran, BPS Kabupaten Pesawaran, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat. Capaian ini menjadi modal untuk memperkuat budaya pengambilan kebijakan berbasis data di Kabupaten Pesawaran.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PMD Kabupaten Pesawaran Jayadi Yasa, Plt. Kepala Dinas Kominfotiksan M. Ardhiansyah Putra Agung, Kepala BPS Kabupaten Pesawaran Gunawan Catur Prasetyo, Camat Teluk Pandan Salpani, serta Kepala Desa Sidodadi Tunggal Saputro.