REI-BRI Property Expo 2026 di Bandar Lampung Usung 9 Juta Rumah Tangga Belum Miliki Rumah, FLPP Jadi Andalan

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Selasa, 08 September 2026 | 14:07:01 WIB
Pembukaan REI-BRI Property Expo 2026 di Atrium Mall Boemi Kedaton Bandar Lampung diikuti puluhan pengembang perumahan di Lampung.

Pameran properti REI-BRI Property Expo 2026 yang digelar di Atrium Mall Boemi Kedaton (MBK) Bandar Lampung menjadi wadah mendorong akses kepemilikan rumah di Lampung. Kegiatan ini digelar menyusul masih adanya sekitar 9 juta rumah tangga di Indonesia yang belum memiliki rumah, dengan skema pembiayaan FLPP menjadi salah satu andalan.

BANDARLAMPUNG — REI-BRI Property Expo 2026 resmi digelar di Atrium Mall Boemi Kedaton (MBK) Bandar Lampung pada Senin-Minggu (7–13/9). Pameran ini diikuti puluhan pengembang yang tergabung dalam DPD Realestat Indonesia (REI) Lampung.

Ketua DPD REI Lampung, Yuliana Gunawan, menyebut persoalan perumahan tidak bisa dilihat hanya dari sisi pembangunan fisik rumah. Pengembang menghadapi tantangan mulai dari ketersediaan lahan, proses perizinan, pembiayaan pembangunan, hingga daya beli masyarakat.

9 Juta Rumah Tangga Belum Punya Rumah

Yuliana memaparkan, berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, masih terdapat sekitar 9 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah. Angka ini menjadi pekerjaan besar di tengah tingginya kebutuhan hunian masyarakat.

"Ini menunjukkan bahwa tantangan kita masih besar. Tetapi di balik tantangan itu ada tanggung jawab dan peluang yang besar," kata Yuliana.

Menurut dia, besarnya kebutuhan hunian harus diikuti dengan kerja bersama seluruh pihak yang berada dalam ekosistem perumahan. Pengembang memiliki peran menyediakan rumah, perbankan menyediakan pembiayaan, pemerintah menghadirkan kebijakan, sementara regulator memastikan ekosistem berjalan dengan baik.

Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Regional CEO BRI Regional Office V, Andreas Chandra Santoso, menegaskan akses pembiayaan menjadi faktor penting agar masyarakat dapat merealisasikan kepemilikan rumah. REI-BRI Expo 2026 tidak hanya diarahkan sebagai tempat transaksi, tetapi juga ruang pemahaman mengenai mekanisme pembiayaan perumahan.

"Kami berharap ini menjadi ruang diskusi yang bagus, baik bagi pengembang, perbankan, pemerintah maupun masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lebih transparan dan mudah sehingga mereka dapat mengakses pembiayaan perumahan," kata Andreas.

Sektor perumahan disebut memiliki dampak luas terhadap perekonomian. Ketika pembangunan dan transaksi rumah meningkat, sektor konstruksi, material bangunan, jasa, hingga furnitur ikut bergerak.

Antisipasi Pinjol untuk Isi Rumah

Andreas mengingatkan persoalan kepemilikan rumah tidak berhenti ketika masyarakat mendapatkan kunci hunian. Kebutuhan perabot dan perlengkapan rumah tangga berpotensi membuat masyarakat mencari sumber pembiayaan lain yang justru membebani keuangan.

"Kita berharap jangan sampai masyarakat mendapatkan akses pembiayaan yang murah melalui perumahan subsidi, tetapi untuk mengisi rumahnya menggunakan pinjaman online. Ini malah mengancam kualitas pembiayaan," jelasnya.

BRI menyiapkan program pembiayaan kebutuhan isi rumah bagi konsumen yang membeli hunian dari pengembang dalam ekosistem pameran. Fasilitas itu memberikan kesempatan memperoleh pembiayaan perabot dengan cicilan hingga 24 bulan tanpa bunga sesuai ketentuan program.

"Di ekosistem perumahan itu tidak ada satu pihak yang untung. Semuanya harus mendapatkan manfaat," katanya.

Skema FLPP untuk Rumah Subsidi

Masyarakat yang berkunjung dapat memperoleh informasi mengenai berbagai pilihan hunian, termasuk rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Yuliana berharap pameran ini mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan solusi pembiayaan yang tersedia.

"Rumah bukan hanya untuk dibangun, tetapi harus dimiliki oleh masyarakat," ujar Yuliana.

Sinergi antara pengembang, perbankan, dan pemerintah dinilai perlu terus diperkuat agar akses masyarakat terhadap hunian layak semakin terbuka di Lampung.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top