Damkarmat Lampung Selatan Siram Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau di 6 Sekolah, Fasilitas Umum Jadi Prioritas

Penulis: Rizal Fikri  •  Senin, 07 September 2026 | 13:21:32 WIB
Petugas Damkarmat menyiram abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di SDN 1 Merak Belantung, Lampung Selatan, Senin (7/4).

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan turun menyiram abu vulkanik sisa erupsi Gunung Anak Krakatau di sejumlah fasilitas publik, Senin (7/4). SDN 1 Merak Belantung menjadi lokasi pertama yang dibersihkan pagi ini, menyusul enam sekolah lain yang telah mendapat penanganan serupa sejak aktivitas vulkanik meningkat akhir pekan lalu.

KALIANDA — Tim Damkarmat Lampung Selatan bergerak sejak pagi untuk membersihkan debu vulkanik yang menutupi fasilitas umum pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau. Sekolah menjadi prioritas utama karena aktivitas belajar mengajar harus segera berjalan normal kembali.

"Pagi ini kami melakukan penyiraman debu dari aktivitas Gunung Anak Krakatau di Desa Merak Belantung, tepatnya di SDN 1 Merak Belantung," kata Kepala Bidang Damkar Dinas Damkarmat Lampung Selatan Rully Fikriansyah di Kalianda, Senin.

Enam Sekolah Sudah Ditangani, Permintaan Bantuan Masih Terbuka

Rully menyebutkan, hingga Senin pagi sudah sekitar enam sekolah yang berhasil dibersihkan dari guyuran abu vulkanik. Namun jumlah tersebut disebutnya masih bisa bertambah seiring banyaknya laporan yang masuk dari masyarakat.

Petugas tidak hanya membatasi diri pada lingkungan pendidikan. Fasilitas ibadah dan rumah sakit yang terdampak juga akan mendapat giliran penyiraman apabila ada permintaan dari pengelola maupun warga sekitar.

"Kalau masyarakat atau tempat-tempat sekolah, ibadah, atau rumah sakit yang terdampak meminta bantuan, kami tetap akan turun dan menangani," ujarnya.

Mengapa Fasilitas Umum Lebih Dulu Dibersihkan?

Penyiraman abu vulkanik di fasilitas publik dilakukan agar pelayanan dasar tetap berjalan. Debu yang menumpuk di halaman dan atap bangunan bisa mengganggu aktivitas, terutama bagi anak-anak yang bermain atau beraktivitas di luar ruangan.

Selain mengganggu pernapasan, abu vulkanik yang basah juga berpotensi membuat lantai licin dan membebani struktur bangunan jika dibiarkan menumpuk terlalu lama. Karena itu, penanganan cepat menjadi kunci agar tidak menimbulkan masalah baru.

Damkarmat Lampung Selatan mengimbau warga yang terdampak untuk tetap tenang dan segera melaporkan kondisi yang membutuhkan penanganan kepada petugas. Laporan dari masyarakat akan diprioritaskan berdasarkan tingkat urgensi dan ketersediaan tim di lapangan.

Erupsi Disertai Lava Pijar Setinggi 400 Meter

Aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat sejak Jumat (4/9) lalu. Erupsi yang terjadi disertai semburan lava pijar atau lava fountain dengan ketinggian diperkirakan mencapai 100 hingga 400 meter dari puncak kawah.

Berdasarkan data Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, kolom abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tercatat mencapai flight level (FL) 480 atau setara 14,6 kilometer di atas permukaan laut. Sebaran abu bergerak ke arah barat mengikuti pola angin di lapisan atmosfer atas.

Masyarakat pesisir Lampung Selatan yang selama ini terbiasa dengan aktivitas gunung berapi tersebut diminta tetap waspada namun tidak panik. Koordinasi antara Damkarmat, BPBD, dan instansi terkait terus dilakukan untuk memantau perkembangan situasi.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top