LAMPUNG — Perusahaan rintisan asal San Francisco Bay Area ini mengembangkan sistem retrofit injeksi hidrogen yang dapat dipasang pada mesin diesel kapal kargo. Teknologi tersebut diklaim mampu mengurangi emisi karbon dioksida hingga 28 persen dan berpotensi menghemat biaya operasional tahunan kapal hingga US$500.000.
Newlight didirikan oleh Evyatar Cohen dan Haran Cohen Hillel, dua veteran Angkatan Laut Israel yang melihat peluang efisiensi energi di sektor pelayaran niaga. Sistem buatan mereka dirancang sebagai perangkat tambahan yang dapat dipasang dalam waktu kurang dari dua pekan tanpa perlu membawa kapal ke dok kering.
Cara kerjanya berfokus pada pemantauan mesin diesel secara berkelanjutan. Perangkat lunak Newlight mengukur suhu gas buang, tekanan pembakaran, dan tekanan udara masuk untuk menemukan momen paling optimal menyuntikkan hidrogen—sampai level milidetik dan setiap gerakan piston di dalam silinder.
Putaran pendanaan senilai US$9 juta itu melibatkan sejumlah investor strategis. Lomarlabs, cabang ventura dari perusahaan pelayaran Lomar Shipping, turut berpartisipasi bersama BIRD Energy—badan usaha patungan antara Departemen Energi Amerika Serikat dan Kementerian Energi Israel—serta dana modal ventura teknologi dalam Undeterred Capital dan CiRi Ventures. Fusion VC, akselerator khusus startup Israel di AS, juga ikut dalam putaran ini.
Uji coba perdana jarak jauh ini melibatkan kapal pengangkut curah (bulk carrier) milik Lomar Shipping dengan panjang 650 kaki. Sepanjang pelayaran sebulan dari Singapura ke Ghana, sistem Newlight bekerja memantau perilaku mesin secara real-time di kondisi laut sebenarnya.
"Kami menghabiskan banyak waktu memantau sistem, perilaku mesin, dan performanya, dan yang paling mengesankan kami adalah seberapa mulus semuanya bekerja," kata Hillel kepada TechCrunch. "Melihat sistem terintegrasi dengan kapal, beroperasi dengan andal—itu momen besar bagi kami dan seluruh tim Newlight."
Cohen, sang co-founder, memaparkan pendekatan teknisnya dengan analogi yang lebih mudah dipahami. Alih-alih menambah tenaga ekstra seperti sistem nitro pada mobil balap, sistem ini justru memberi tahu mesin untuk mengurangi aliran bahan bakar diesel karena hidrogen sudah membantu proses pembakaran.
Keberhasilan uji coba ini menarik minat komersial. Newlight mengklaim telah menandatangani perjanjian pemasangan sistem injeksi hidrogen untuk 12 kapal dari berbagai perusahaan pada tahun ini, dengan rencana perluasan armada lebih besar yang dijadwalkan tahun depan.
Dalam industri yang sama, sejumlah perusahaan lain tengah menguji metode injeksi bahan bakar alternatif seperti amonia dan metanol. Newlight menilai sistem hidrogennya lebih sederhana karena tidak membutuhkan perubahan besar pada mesin diesel yang sudah umum dipakai kapal kargo.
Kedua pendiri juga melihat potensi penerapan teknologi ini di sektor transportasi lain, termasuk kereta api dan pusat data. Namun untuk saat ini, fokus mereka tetap pada industri pelayaran sebelum memperluas jangkauan bisnis.