Dampak El Nino dan Kemarau Ekstrem, Kementerian PU Terjunkan Bantuan ke 137 Titik Karhutla

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:50:04 WIB
Dampak El Nino dan Kemarau Ekstrem, Kementerian PU Terjunkan Bantuan ke 137 Titik Karhutla

Jakarta - Fenomena El Nino dan musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada tahun 2026 mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memperkuat langkah-langkah mitigasi. Salah satu perhatian utama tertuju pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meluas dan mengancam lingkungan serta keselamatan masyarakat.

Menghadapi kondisi tersebut, kementerian yang dipimpin oleh Menteri PU Dody Hanggodo ini telah menuntaskan penanganan terhadap 137 titik api dari total 141 titik panas yang teridentifikasi di berbagai daerah. Angka ini merupakan hasil rekapitulasi dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) yang dirilis per 21 Agustus 2026.

Seluruh upaya penanganan tersebut dijalankan sesuai dengan tugas dan kewenangan Kementerian PU. Secara khusus, dukungan yang diberikan difokuskan pada penyediaan sumber daya air serta peralatan yang diperlukan untuk membantu pemerintah daerah dan satuan tugas (Satgas) penanggulangan karhutla di lapangan.

Prioritas penanganan diarahkan ke wilayah-wilayah yang berpotensi tinggi mengalami kebakaran lahan selama musim kemarau, antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Dalam keterangannya, Menteri Dody Hanggodo menegaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla dan kekeringan. Hal ini dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor, penyediaan infrastruktur yang memadai, serta pengoptimalan sumber daya pendukung di lapangan.

"Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat," kata Menteri Dody.

Untuk merealisasikan hal itu, Kementerian PU telah menyiapkan dan mengerahkan sejumlah peralatan berat seperti pompa Alkon, mobile pump, mobil tangki air, dan excavator. Peralatan ini difungsikan untuk mendistribusikan air ke lokasi kebakaran serta memperkuat operasi pemadaman yang digelar bersama pemerintah daerah dan tim satgas di lapangan.

Salah satu aksi nyata dilakukan di Kelurahan Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Di lokasi ini, Kementerian PU menyalurkan pasokan air sebanyak 4.000 liter dengan mengerahkan satu unit mobil tangki air milik Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Tengah. Air tersebut kemudian dipakai untuk mengisi satu unit truk mobil pemadam dan disalurkan bersama tim Satgas yang bertugas di lokasi.

Dukungan serupa juga menyasar kawasan Kampus UPR Gedung Merah Putih di Jalan Hendrik Timang, Palangka Raya. Di area yang memiliki luas lahan terbakar sekitar 3 hektare tersebut, Kementerian PU menerjunkan satu unit mobil tangki air. Mobil tersebut melakukan dua kali pendistribusian hingga total air yang disalurkan mencapai 8.000 liter untuk membantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam proses pemadaman.

Menteri PU Dody memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga selama periode musim kemarau berlangsung. Upaya pengoptimalan sumber daya air, peralatan, dan personel akan terus digencarkan sebagai wujud komitmen kementerian dalam mendampingi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan pada masa tanggap bencana.

Dengan berbagai langkah tersebut, Dody Hanggodo berharap ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat di tengah kondisi kering tetap terjamin. Selain itu, percepatan penanganan titik-titik karhutla diharapkan mampu menekan risiko meluasnya kebakaran serta meminimalisir dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Reporter: Redaksi
Back to top