Kebakaran Taman Nasional Way Kambas Meluas ke 673,4 Hektare, 29 Personel Gabungan Dikerahkan

Penulis: Qodri Anwar  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:36:31 WIB
Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas meluas hingga 673,4 hektare dengan 29 personel gabungan dikerahkan untuk pemadaman.

LAMPUNG TIMUR — Titik api di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) masih belum sepenuhnya padam. Berdasarkan data sementara dari pemantauan petugas di lapangan, area yang terbakar telah mencapai 673,4 hektare hingga Sabtu (22/8/2026) siang.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menyebut kondisi cuaca panas dan hembusan angin kencang menjadi faktor utama yang mempersulit proses pemadaman. Vegetasi berupa semak dan ilalang kering membuat api cepat merambat ke area lain.

Api Merembet dari Jati 3 ke Kawasan Rawa Mbah Sapon

Berdasarkan laporan petugas, kebakaran terjadi di kawasan Joaran Muklas dan Mbah Rabin, tepatnya di perbatasan Desa Braja Harjosari dan Braja Yekti. Api dilaporkan mulai merembet dari titik awal di Jati 3 Resort Kuala Penet menuju kawasan rawa Mbah Sapon.

"Ini data pemantauan sementara. Angin kencang dan kondisi vegetasi kering menjadi tantangan dalam penanganan," kata Yuni, Sabtu (22/8/2026).

Sejumlah titik api masih terpantau aktif hingga Sabtu siang. Petugas gabungan menghadapi kendala medan karena beberapa lokasi hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki, sehingga alat berat tidak bisa dikerahkan ke titik terdalam.

Personel Gabungan dan Peralatan yang Dikerahkan

Untuk menangani kebakaran ini, Polda Lampung mengerahkan 29 personel gabungan yang terdiri dari 14 personel Polhut dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP), 10 personel Polsek Braja Selebah, serta lima personel TNI dari Koramil Way Jepara.

Petugas menggunakan sejumlah peralatan seperti tangki semprot dan gepyok kayu untuk memadamkan api secara manual. Polda Lampung juga berkoordinasi dengan pengelola TNWK dan TNI untuk menyiapkan Alkon guna memperkuat pemadaman, khususnya di titik-titik yang sulit dijangkau.

Potensi Titik Api Kembali Membesar

Selain melakukan pemadaman, personel di lapangan juga bertugas memantau titik-titik yang berpotensi kembali membesar. Kondisi angin yang bertiup kencang membuat bara api yang belum padam berisiko menyala kembali dan meluas ke area vegetasi kering di sekitarnya.

"Personel masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dan monitoring terhadap perkembangan api. Kondisi medan menjadi salah satu kendala, karena titik api hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang dievakuasi akibat kebakaran ini. Kerugian ekologis akibat terbakarnya kawasan konservasi yang menjadi habitat gajah sumatera ini masih dalam pendataan petugas.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: kupastuntas.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top