Kementerian ESDM Uji Coba CNG 3 Kg di Kantin Lemigas, Siapkan Puluhan Ribu Tabung

Penulis: Qodri Anwar  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:59:01 WIB
Kementerian ESDM memulai uji coba tabung gas alam terkompresi (CNG) 3 kilogram di kantin lingkungan Lemigas.

LAMPUNG — Pemerintah terus mematangkan rencana penggunaan gas alam terkompresi atau CNG 3 kilogram untuk menggantikan LPG 3 kilogram yang selama ini disubsidi. Kementerian ESDM memastikan program ini masuk dalam tahap uji coba terbatas sebelum diterapkan secara massal ke masyarakat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan saat ini pemerintah masih menyelesaikan skema dari sisi hulu hingga hilir. Tujuannya agar implementasi CNG berjalan lancar dan diterima baik oleh masyarakat.

"Jadi skemanya itu nanti seperti apa sih. Biar dari sisi hulunya siap, hilirnya juga siap, masyarakat yang menerima juga merasa senang ketika nanti juga memanfaatkan itu," kata Laode usai acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, Rabu (19/8/2026).

Kantin Lemigas Jadi Lokasi Percontohan

Untuk menguji kelayakan CNG 3 kilogram, pemerintah memanfaatkan UMKM yang beroperasi di lingkungan Lemigas. Kantin di kompleks lembaga riset migas tersebut menjadi lokasi pertama yang akan menggunakan tabung CNG.

"Nah, di dalam tahap tiga ini, kita melakukan beberapa uji dulu. Kita memanfaatkan UMKM nanti yang ada di dalam lingkungan Lemigas. Di sana ada kantin. Kita mau coba manfaatkan dulu di situ. Sambil kita evaluasi," ujarnya.

Hasil evaluasi dari uji coba ini akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk pengadaan tabung dalam jumlah besar.

Puluhan Ribu Tabung Disiapkan

Setelah tahap uji coba dan evaluasi selesai, pemerintah akan menunjuk badan usaha untuk memproduksi tabung CNG. Jumlahnya dipastikan mencapai puluhan ribu unit, mengikuti skala program yang sebelumnya telah diumumkan.

"Setelah itu badan usaha yang nanti akan ditunjuk produksi tabungnya, itu nanti akan ditugaskan mengadakan dalam jumlah skala yang seperti sudah diumumkan, lebih dari 10.000, 20.000, 30.000," tutur Laode.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan pengembangan tabung CNG 3 kilogram beserta komponen katupnya sudah memasuki tahap akhir pengujian. Ia baru menerima paparan terbaru dari Lemigas tentang perkembangan uji coba tersebut.

"Saya baru tiga hari lalu dipresentasikan hasil tabung tiga kilogram dan valve-nya. Sekarang Lemigas lagi uji yang terakhir," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Senin (3/8/2026).

Uji Tembak Jadi Tahap Terakhir

Dari laporan yang diterimanya, hampir seluruh tahapan pengujian tabung CNG telah diselesaikan. Pengujian yang masih berlangsung adalah uji tembak atau gun fire test, yang dilakukan untuk menguji ketahanan tabung terhadap kondisi ekstrem, termasuk paparan suhu tinggi.

"Karena itu kan diuji tembak dengan pembakaran 850 derajat celcius panasnya itu. Dan itu sudah. Tinggal uji tembak aja," ujarnya.

Program CNG 3 kilogram ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada LPG impor. Dengan infrastruktur gas bumi yang tersebar di berbagai wilayah, CNG dinilai lebih ekonomis dan ramah lingkungan dibandingkan LPG bersubsidi.

Keberhasilan uji coba di kantin Lemigas akan menjadi penentu bagi pemerintah untuk memperluas distribusi CNG ke masyarakat luas, terutama di daerah yang memiliki akses terhadap jaringan gas bumi.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top