Freeport Indonesia Kenang Tujuh Pekerja Tewas dalam Insiden Tambang Grasberg di Upacara HUT ke-81 RI

Penulis: Rizal Fikri  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 13:23:31 WIB
Karyawan Freeport Indonesia mengheningkan cipta mengenang tujuh rekan kerja yang gugur dalam insiden tambang Grasberg pada upacara peringatan HUT ke-81 RI di Mimika, Papua.

LAMPUNG — Nama ketujuh pekerja yang gugur itu adalah Balisang Telile, Dadang Hermanto, Holong Silaban, Irawan, Victor Ballesteros, Wigih Hartono, dan Zaverius Magai. Tony Wenas menegaskan jasa dan dedikasi mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang perusahaan di tanah Papua.

"Jasa, dedikasi, dan pengabdian mereka akan senantiasa menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan dan sejarah perusahaan ini," ujar Tony dalam pidatonya di hadapan karyawan dan jajaran manajemen di Mimika.

Keselamatan Jadi Prinsip yang Tidak Bisa Ditawar

Tony menekankan tragedi berdarah itu kembali menegaskan bahwa aspek keselamatan pekerja adalah harga mati yang tidak bisa dikompromikan dalam setiap lini operasional. "Tidak ada yang lebih berharga daripada keselamatan jiwa rekan kerja kita," katanya.

Pernyataan ini bukan sekadar retorika. Sesaat setelah insiden terjadi pada 8 September lalu, manajemen mengambil keputusan tegas dengan menghentikan seluruh kegiatan operasional perusahaan. Langkah darurat itu diambil demi memfokuskan seluruh sumber daya pada upaya pencarian para pekerja yang terjebak di dalam tambang.

Membangun Budaya Keselamatan yang Lebih Disiplin

Pengalaman pahit ini menjadi momentum bagi Freeport Indonesia untuk mengevaluasi secara menyeluruh prosedur keselamatan kerja di semua area tambang. Tony menyebut pihaknya berkomitmen memperkuat budaya keselamatan yang lebih ketat, disiplin, dan saling mengingatkan antar rekan kerja.

Peristiwa di Grasberg Block Cave ini menjadi salah satu insiden paling memilukan dalam sejarah operasional Freeport di Indonesia. Tambang bawah tanah GBC sendiri merupakan salah satu operasi penambangan block caving terbesar di dunia, yang mengolah bijih berkadar tinggi dari kedalaman lebih dari 500 meter di bawah permukaan.

Bagi para pemangku kepentingan dan investor, insiden ini menyoroti kembali risiko operasional yang melekat pada industri pertambangan bawah tanah, sekaligus menguji ketangguhan protokol tanggap darurat dan tata kelola keselamatan perusahaan. Meski operasional sempat terhenti total, Freeport Indonesia diharapkan dapat segera pulih dan kembali menegaskan standar keselamatan kelas dunia di tengah tingginya target produksi tembaga dan emas dari Grasberg.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top