Penjualan Mobil Nasional Naik 23,1 Persen di Juli 2026, Toyota Masih Teratas dengan 21.008 Unit

Penulis: Qodri Anwar  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 02:35:31 WIB
Penjualan mobil nasional tercatat naik 23,1 persen pada Juli 2026, dengan Toyota tetap memimpin pasar sebanyak 21.008 unit.

LAMPUNG — Data retail sales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dirilis Minggu (16/8) menunjukkan tren positif berkelanjutan. Angka penjualan bulan lalu juga naik 3,6 persen dibanding Juni 2026 yang berada di level 74.758 unit.

Dari sisi distribusi, wholesales atau pengiriman dari pabrikan ke diler mencapai 81.115 unit pada Juli 2026. Volume ini melonjak 33,3 persen dibanding Juli 2025 yang hanya 60.837 unit, mengindikasikan pabrikan mulai menggenjot produksi untuk memenuhi permintaan.

Toyota dan Daihatsu Masih Dominan, Pertumbuhan Tipis di Bulan Juli

Raksasa otomotif asal Jepang itu mempertahankan posisi puncak dengan 21.008 unit. Angka ini turun tipis 0,5 persen dari Juni, tetapi masih tumbuh 4,1 persen secara tahunan. Daihatsu menyusul di posisi kedua dengan 12.750 unit, naik tipis 0,2 persen dari bulan sebelumnya.

Kedua merek ini menguasai hampir 44 persen pangsa pasar ritel nasional. Namun, pertumbuhan yang hampir stagnan secara bulanan menunjukkan pasar perkotaan mulai jenuh, sementara segmen kendaraan niaga dan pemain baru justru menunjukkan akselerasi.

BYD Tumbuh 85,4 Persen, Jaecoo Tembus 3.200 Unit

Pemain kendaraan listrik asal China, BYD, mencatatkan penjualan 5.240 unit pada Juli 2026. Capaian ini melonjak 39,5 persen dibanding Juni dan meroket 85,4 persen dibanding Juli tahun lalu, menjadikannya merek dengan pertumbuhan tercepat di jajaran 10 besar.

Jaecoo juga menunjukkan konsistensi dengan mencatatkan 3.200 unit. Meski Gaikindo tidak memiliki data pembanding pada Juli 2025 karena merek tersebut baru masuk pasar, volume penjualannya naik 4,9 persen dibanding Juni. Pencapaian ini menempatkan Jaecoo di posisi kedelapan, mengungguli merek-merek mapan seperti Isuzu dan Hino.

Segmen Komersial Meledak, Mitsubishi Fuso Tumbuh 132 Persen

Kendaraan niaga menjadi motor penggerak utama pertumbuhan pasar bulan lalu. Mitsubishi Fuso mencatatkan 4.630 unit, melonjak 132 persen dibanding Juli 2025 yang hanya 1.996 unit. Hino juga menikmati tren serupa dengan pertumbuhan 74,3 persen menjadi 2.572 unit.

Isuzu, meski turun 7,5 persen secara bulanan, tetap mencatatkan pertumbuhan tahunan yang solid sebesar 60,6 persen dengan 2.889 unit. Lonjakan permintaan di sektor logistik dan konstruksi menjadi pendorong utama kinerja segmen ini.

Honda Terus Tertekan, Suzuki dan Mitsubishi Motors Stabil

Honda menjadi satu-satunya merek di 10 besar yang mencatatkan penurunan signifikan secara tahunan. Penjualannya turun 25,9 persen menjadi 3.707 unit dibanding Juli 2025 yang mencapai 5.003 unit. Meski naik tipis 0,6 persen dari Juni, posisi Honda kini berada di bawah Mitsubishi Fuso, menandakan pergeseran preferensi konsumen.

Suzuki menempati posisi keempat dengan 5.844 unit, tumbuh 6,2 persen secara tahunan. Mitsubishi Motors di posisi ketiga mencatatkan 6.041 unit, naik 22,6 persen dari Juni dan 25,5 persen secara tahunan—kinerja terbaiknya dalam beberapa bulan terakhir.

Dengan data wholesales yang jauh di atas retail sales, selisih 3.703 unit mengindikasikan pabrikan sedang membangun stok di diler. Ini bisa menjadi sinyal optimisme menjelang periode akhir tahun yang biasanya menjadi puncak penjualan otomotif nasional.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: viva.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top