Polisi Tempuh 9 Jam ke Wilayah 3T Pesisir Barat Lampung Antar Bendera Merah Putih, Sempat Terjebak Pasir di Muara

Penulis: Surya Dinata  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:45:31 WIB
Polisi menempuh perjalanan sembilan jam untuk mengantarkan bendera Merah Putih ke wilayah 3T di Pesisir Barat Lampung.

PESISIR BARAT — Rombongan Polsek Ngaras berangkat dari Pekon Sumber Rejo pukul 08.00 WIB dengan membawa puluhan bendera. Mereka menyasar Pekon Bandar Dalam, Way Tiyas, Siring Gading, dan Way Haru yang masuk kategori daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Medan yang dilalui jauh dari kata mudah. Jalan rusak dan terjal memaksa rombongan berjalan pelan di tepi pantai. Bahkan, perjalanan sempat terhenti karena harus menunggu ombak surut untuk bisa melewati muara.

Sepeda Motor Terjebak Pasir Saat Menyeberangi Muara

Kapolsek Ngaras Iptu Doni Dermawan menuturkan, salah satu sepeda motor yang digunakan rombongan sempat terjebak di pasir ketika menyeberangi muara. Peristiwa itu menjadi bagian dari tantangan yang harus dilalui personel selama ekspedisi.

"Medannya cukup berat. Kami harus menyeberangi muara menggunakan rakit dan perjalanan di tepi pantai harus menunggu ombak surut," kata Doni, Sabtu (15/8/2026).

"Ini untuk Nenek": Momen Haru di Pekon Way Tiyas

Ada satu momen yang membekas di ingatan Doni selama perjalanan. Saat pembagian bendera di Pekon Way Tiyas, seorang warga lanjut usia yang tinggal seorang diri sempat bertanya apakah bendera yang diterimanya akan diambil kembali.

"Kami jawab, tidak. Ini untuk nenek," ujarnya.

Jawaban sederhana itu menjadi gambaran bahwa pembagian bendera bukan sekadar kegiatan seremonial. Polisi ingin memastikan warga di pelosok benar-benar merasakan semangat kemerdekaan dan mendapat perhatian yang sama.

Bukan Sekadar Bendera, Ada Pesan Jaga Hutan

Di sela pembagian bendera, personel Polsek Ngaras juga menyampaikan pesan kamtibmas. Warga diminta tidak melakukan perburuan liar maupun pembalakan liar di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan hutan lindung.

Polisi juga mengingatkan agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan ini disampaikan mengingat musim kemarau masih berlangsung dan berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

"Kami tidak hanya ingin membagikan bendera. Kami juga ingin mendengar langsung keluh kesah masyarakat dan mengingatkan bersama-sama agar lingkungan tetap dijaga," kata Doni.

Warga: Jarang Ada Kegiatan Seperti Ini

Kehadiran polisi di tengah keterbatasan akses disambut antusias warga. Niti, salah satu warga, mengaku senang bisa bertemu langsung dengan aparat dan menyampaikan kesulitan yang dihadapi sehari-hari.

"Kami senang polisi datang sampai ke sini. Jarang ada kegiatan seperti ini. Kami bisa bertemu langsung dan menyampaikan apa yang menjadi kesulitan warga," ujarnya.

Niti juga mengaku bangga mendapatkan bendera Merah Putih untuk dipasang di depan rumahnya menyambut 17 Agustus. "Rasanya senang sekali dapat bendera. Ini akan kami pasang di depan rumah untuk menyambut 17 Agustus. Merdeka," katanya.

Rombongan baru menyelesaikan perjalanan sekitar pukul 17.00 WIB. Doni menegaskan, kunjungan berkala ke wilayah 3T akan terus dilakukan agar komunikasi dengan masyarakat tetap terjaga dan warga pelosok tidak merasa ditinggalkan.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top