LAMPUNG — Keputusan Federasi Sepak Bola Seluruh India (AIFF) untuk mundur dari turnamen yang akan digelar di Indonesia pada 2026 itu meninggalkan satu slot kosong di Grup A. Padahal, grup tersebut sedianya dihuni oleh Indonesia, Malaysia, Singapura, dan India.
Presiden AIFF, Kalyan Chaubey, menyebut jadwal pertandingan melawan Brasil di Kolkata pada 3 Oktober 2026 menjadi alasan utama pengunduran diri. AIFF memilih memprioritaskan laga uji coba kontra tim berperingkat lebih tinggi ketimbang tampil di turnamen regional.
Media Vietnam, Zing News dan Vietnam.vn, melaporkan Bangladesh menjadi negara pertama yang dikaitkan dengan posisi yang ditinggalkan India. Media lokal Bangladesh, BDfootballlive, bahkan menilai turnamen ini sebagai kesempatan emas bagi tim nasional mereka dan mendesak federasi untuk segera mengajukan proposal ke FIFA.
Selain Bangladesh, nama-nama seperti Yordania, Suriah, Kirgistan, dan Lebanon juga masuk dalam daftar kandidat pengganti. Terbaru, informasi beredar di Wikipedia menyebut Sri Lanka sebagai calon pengganti, meski kabar tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi.
Kehadiran Yordania tentu akan mengubah peta kekuatan Grup A. Sebagai kontestan Piala Dunia 2026, tim berjuluk Al-Nashama itu dipastikan akan menjadi lawan yang sangat berat bagi Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Kirgistan juga disebut-sebut sebagai lawan yang tidak kalah merepotkan. Dikenal dengan permainan cepat dan mengandalkan fisik, tim asal Asia Tengah itu bisa menjadi ujian tersendiri bagi para penggawa Garuda. Sementara itu, Lebanon bukanlah lawan asing bagi Indonesia, mengingat kedua tim pernah bertemu dalam FIFA Matchday September 2025 di Surabaya yang berakhir imbang 0-0.
Hingga Jumat (14/8), FIFA belum secara resmi mengumumkan negara mana yang akan menggantikan India. Keputusan akhir masih dinantikan publik sepak bola Asia Tenggara, mengingat turnamen ini akan menjadi ajang pemanasan penting bagi tuan rumah Indonesia.