BANDAR LAMPUNG — Dari 16 komoditas yang dipantau SP2KP Kemendag di Lampung, hanya tiga bahan pokok yang mencatatkan kenaikan harga, lima komoditas turun, dan delapan lainnya bertahan stabil. Lonjakan tertinggi terjadi pada cabai rawit merah yang naik Rp 1.073 per kilogram, sementara penurunan terdalam dialami cabai merah keriting yang turun Rp 1.250 per kilogram.
Kenaikan harga cabai rawit ini berbanding terbalik dengan harga cabai merah besar dan cabai merah keriting yang justru turun masing-masing 3,3 persen dan 3,38 persen. Kondisi ini menunjukkan pergerakan harga antarjenis cabai di pasar Lampung tidak seragam, dipengaruhi oleh perbedaan pasokan dari sentra produksi.
Daging ayam ras tercatat turun 0,25 persen menjadi Rp 35.644 per kilogram. Penurunan serupa juga terjadi pada bawang merah yang turun 0,53 persen ke level Rp 29.533 per kilogram, serta bawang putih honan yang melemah 0,23 persen menjadi Rp 30.702 per kilogram.
Adapun daging sapi paha belakang justru naik 0,49 persen menjadi Rp 136.789 per kilogram. Minyak goreng sawit kemasan premium juga menguat tipis 0,11 persen ke harga Rp 20.867 per liter.
Komoditas pokok yang menjadi perhatian utama konsumen, yakni beras premium dan beras medium, tercatat tidak mengalami perubahan harga. Beras premium masih bertahan di angka Rp 14.707 per kilogram, sedangkan beras medium dipatok Rp 13.198 per kilogram.
Telur ayam ras juga stabil di harga Rp 25.878 per kilogram. Begitu pula dengan gula pasir curah yang tetap di level Rp 17.344 per kilogram, serta Minyakita yang tidak bergerak dari Rp 15.567 per liter.
Berikut daftar lengkap harga bahan pangan di Lampung berdasarkan data SP2KP Kemendag pada Kamis (13/8/2026) pukul 16.04 WIB:
Dengan mayoritas harga kebutuhan pokok yang stagnan, daya beli masyarakat Lampung pada pekan ini relatif terjaga. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau distribusi pangan, terutama untuk komoditas cabai yang harganya paling fluktuatif.