LAMPUNG — Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan infrastruktur sosial berskala nasional yang dikerjakan TNI-Polri. Dalam sambutannya, Kepala Negara mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran yang dinilai bekerja hingga ke desa dan wilayah terpencil untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Saya juga yakin Jenderal Polisi Listyo mencapai puncak tertinggi di kepolisian, itu pantas karena prestasi, pengabdian, dan kemampuannya. Hari ini bagi saya, hari ini saya gunakan kesempatan ini sekali lagi menyampaikan rasa bangga saya,” kata Prabowo dalam sambutannya yang disiarkan daring.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melaporkan langsung kepada Presiden dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Gobah, Kabupaten Kampar. Herry menyebut pembangunan jembatan tersebut merupakan penerjemahan arahan Presiden agar setiap unsur negara menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami, Polda Riau bersama-sama masyarakat membuat dan membangun 110 Jembatan Merah Putih Presisi,” ujarnya di hadapan Presiden.
Selain jembatan, Polda Riau menjalankan Ekspedisi Merah Putih Presisi menjelang HUT ke-81 RI. Program ini menyasar masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang masih memiliki keterbatasan akses, sekaligus membawa misi pelestarian lingkungan melalui penanaman dan restorasi mangrove di kawasan pesisir terdampak abrasi.
Momen dialog berlangsung ketika Kapolda memperkenalkan Raisa Adelia, pelajar MTs Ahmad Dahlan Gobah berusia 13 tahun. Di hadapan Presiden, Raisa membuka percakapan dengan pantun khas Melayu.
“Beli durian di pinggir jalan, dimakan bersama teman sejati. Jembatan Merah Putih menjadi kebanggaan, Pak Presiden senyum, kebanggaan kami,” ucap Raisa.
Raisa menceritakan kondisi jembatan di desanya yang sebelumnya rusak parah dan berlubang, menyulitkan aksesnya ke sekolah. Kini, jembatan tersebut telah diperbaiki sehingga perjalanan belajar mengajar tidak lagi terhambat.
“Dulunya jembatan kami ini rusak parah dan bolong-bolong. Sekarang, kami sudah tidak bersusah payah untuk pergi ke sekolah karena jembatannya sudah bagus. Terima kasih Bapak Presiden, panjang umur dan sehat selalu,” katanya.
Secara nasional, Polri telah membangun dan merenovasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi. Presiden Prabowo menegaskan pembangunan nasional tidak boleh berpusat pada proyek-proyek besar semata, tetapi harus menyentuh masyarakat yang jauh dari pusat kehidupan.
“Mungkin kita bisa melakukan proyek-proyek yang lebih gemilang, ya kita butuh investasi besar-besaran, tapi kita baru mengerti dan kita harus selalu mengerti bahwa negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil. Rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar harus menikmati kualitas hidup yang baik,” tegas Prabowo.
Presiden juga menyampaikan terima kasih secara pribadi kepada Kapolri. Ia menilai jajaran kepolisian telah menangkap makna kepemimpinan dengan berbuat sesuatu yang berarti bagi rakyat di desa.