Timah, Pupuk Indonesia, hingga BTN: Deretan BUMN dengan Pertumbuhan Laba Tertinggi Semester I 2026

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:37:01 WIB
Petugas menunjukkan dokumen laporan keuangan BUMN di Jakarta, Senin (12/8/2026).

LAMPUNG — Laporan keuangan semester I 2026 menunjukkan gelombang perbaikan kinerja di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dari sisi jumlah, pertumbuhan laba paling fenomenal dicetak PT Timah Tbk yang berhasil membalikkan keadaan dengan laba bersih Rp2,71 triliun, berbanding jauh dibanding periode sama tahun lalu yang hanya Rp300 miliar.

Kenaikan signifikan juga dibukukan PT Pupuk Indonesia dengan laba bersih Rp8,51 triliun, tumbuh 253 persen dari Rp2,41 triliun. Sektor semen ikut bergairah lewat PT Semen Indonesia yang labanya naik dari Rp65,24 miliar menjadi Rp193,46 miliar.

Danantara dan Efek Streamlining BUMN

Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, menilai kinerja solid masih ditopang emiten-emiten papan atas yang menjadi motor pendapatan negara. Menurutnya, bank Himbara, perusahaan mineral dan tambang, sektor telekomunikasi, serta Pertamina menunjukkan stabilitas yang kuat.

Menariknya, Toto menilai potensi BUMN di bawah naungan Danantara masih akan semakin meroket. Hal ini seiring kebijakan streamlining yang mendorong penataan dan konsolidasi perusahaan negara menjadi lebih ramping dan efisien.

"Harapan saya supaya proses streamlining BUMN bisa dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan," ujar Toto dalam keterangan resminya, Rabu (12/8).

Perbankan, Logistik, dan Perkebunan Ikut Tumbuh

Pertumbuhan laba tidak hanya terjadi di sektor industri berat. Di jasa keuangan, PT Pegadaian membukukan kenaikan laba 84,6 persen menjadi Rp6,59 triliun. Sementara itu, PT Pelindo mencatat pertumbuhan 60,4 persen dengan laba Rp2,57 triliun di tengah perbaikan arus logistik nasional.

Dari sektor perkebunan, PT Agrinas Palma Nusantara mencatat pertumbuhan laba 150 persen menjadi Rp890 miliar. PTPN IV PalmCo juga tak kalah impresif dengan kenaikan 54 persen menjadi Rp3,23 triliun. Adapun Bank Tabungan Negara (BTN) membukukan pertumbuhan laba 40,8 persen menjadi Rp2,40 triliun, didorong perbaikan margin pembiayaan perumahan.

Rangkaian angka ini menegaskan bahwa konsolidasi BUMN yang digencarkan pemerintah mulai menunjukkan dampak nyata, tidak hanya di laporan keuangan, tetapi juga pada daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: viva.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top