BANDAR LAMPUNG — Potensi bahaya bagi pelayaran di pesisir barat dan selatan Lampung meningkat tajam. Data prakiraan cuaca BMKG untuk Kamis (13/8/2026) menunjukkan tinggi gelombang di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung sama-sama menyentuh angka 4,1 meter, kategori gelombang sangat tinggi.
Sementara itu, Samudra Hindia barat Lampung juga tidak kalah berisiko dengan potensi gelombang mencapai 4,0 meter. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi nelayan yang biasa melaut di wilayah tersebut.
Berbeda dengan sisi barat dan selatan, Perairan Timur Lampung justru berada dalam kondisi yang jauh lebih bersahabat. BMKG mencatat tinggi gelombang di kawasan ini hanya berkisar 0,6 hingga 0,9 meter.
Kecepatan angin di perairan timur juga tergolong normal, yakni berkisar antara 6 hingga 11 knot. Kondisi ini memungkinkan aktivitas nelayan tradisional dan transportasi laut tetap berjalan seperti biasa.
BMKG secara khusus mencantumkan tiga titik perairan yang masuk dalam kategori waspada ekstrem pada 13 Agustus 2026. Berikut rinciannya:
Tinggi gelombang di atas 4 meter jelas berbahaya bagi kapal kecil dan nelayan yang menggunakan perahu motor tempel. Risiko terbalik atau terseret arus menjadi sangat tinggi jika nekat melaut di kondisi seperti ini.
Masyarakat pesisir yang beraktivitas di sisi barat dan selatan Lampung pada Kamis besok diminta untuk menunda perjalanan laut apabila tidak mendesak. Keselamatan jiwa jauh lebih utama dibandingkan hasil tangkapan atau kecepatan logistik.
BMKG mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi sebelum memutuskan berlayar.