Pemprov Lampung Dukung Empat Program Dokter Spesialis Baru di FK Unila, Wagub Jihan Soroti Distribusi Tenaga Medis ke Daerah

Penulis: Rizal Fikri  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:24:31 WIB
Peluncuran empat program studi dokter spesialis di FK Unila dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela di Bandar Lampung, Senin (10/8/2026).

BANDAR LAMPUNG — Empat program studi baru di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) resmi diluncurkan, Senin (10/8/2026). Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang dibuka meliputi Penyakit Dalam, Anestesiologi dan Terapi Intensif, Kesehatan Anak, serta Bedah. Peluncuran berlangsung di Ruang Sidang Utama Lantai 2 Gedung Rektorat setempat.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyebut inisiatif ini sebagai sejarah baru bagi FK Unila sekaligus penguatan sumber daya manusia di sektor kesehatan. Ia menegaskan pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga investasi jangka panjang bagi masa depan.

“Pembangunan yang sesungguhnya juga harus memberikan perhatian besar terhadap investasi jangka panjang yang menjadi fondasi masa depan daerah. Investasi itu adalah pembangunan sumber daya manusia,” ujar Jihan dalam sambutannya.

Distribusi Dokter Spesialis Masih Terkonsentrasi di Kota Besar

Jihan mengakui kebutuhan dokter spesialis masih menjadi tantangan besar, terutama dari sisi pemerataan. Ia menyebut tenaga medis dengan keahlian khusus saat ini cenderung menumpuk di perkotaan, sementara fasilitas kesehatan di kabupaten masih kekurangan.

“Kita ingin menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dokter spesialis, khususnya di daerah. Namun, selain persoalan jumlah, kita juga menghadapi tantangan bagaimana memastikan pemerataan distribusi dokter spesialis di seluruh wilayah,” jelasnya.

Menurut Jihan, kondisi tersebut tidak terlepas dari kesiapan sarana dan prasarana kesehatan di daerah. Pemprov Lampung akan terus mengevaluasi kebutuhan tenaga kesehatan serta memberikan dukungan agar para dokter spesialis dapat bertugas secara optimal di wilayah penempatan.

Rekomendasi Pendidikan Harus Sesuai Kebutuhan Riil Daerah

Jihan meminta pemerintah kabupaten dan kota memberikan rekomendasi pendidikan spesialis berdasarkan pemetaan kebutuhan yang akurat. Langkah ini penting agar investasi daerah melalui beasiswa pendidikan benar-benar kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jangan sampai seseorang mendapatkan rekomendasi dari daerah untuk menempuh pendidikan spesialis, tetapi setelah selesai justru tidak kembali mengabdi ke daerahnya. Kita harus memastikan investasi yang dilakukan daerah benar-benar kembali memberikan manfaat kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas proses pendidikan. Para peserta didik tidak hanya dituntut unggul secara akademik dan klinis, tetapi juga memiliki integritas, empati, etika, serta jiwa kepemimpinan.

“Saya menitipkan khususnya kepada para ketua program studi untuk mengawal para peserta didiknya untuk menjalani program studi dengan sebaik-baiknya dan mewariskan ekosistem pendidikan kepada adik-adik tingkatnya dengan baik,” kata Jihan.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ekosistem Pendidikan Spesialis

Jihan mengajak pemerintah kabupaten/kota, rumah sakit mitra, dan organisasi profesi menjaga kolaborasi dalam penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis. Ia mengibaratkan kerja sama tersebut seperti membangun rumah tangga yang membutuhkan visi dan tujuan yang sama.

“Rumah tangga yang kita bangun ini adalah ekosistem pendidikan dokter spesialis. Untuk menyatukan visi dan misi berbagai institusi memang tidak mudah, tetapi saya percaya tujuan kita sama, yaitu menciptakan dokter spesialis berkualitas dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FK Unila Evi Kurniawaty menyebut peluncuran empat program PPDS ini menjadi momentum penting bagi pengembangan pendidikan kedokteran di Lampung. Jihan optimistis FK Unila dapat tumbuh menjadi pusat pendidikan dokter spesialis terbaik di wilayah Sumatera.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: wartasyah99.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top