LAMPUNG TENGAH — Daya beli masyarakat Lampung Tengah mengalami penurunan pada 2025. Data terbaru BPS menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di kabupaten ini hanya mencapai Rp1.200.562, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp1,25 juta.
Penurunan ini setara dengan koreksi Rp45.251 per orang setiap bulannya. Angka tersebut merupakan gabungan belanja untuk kebutuhan makanan dan non-makanan yang dihimpun dari hasil pendataan Susenas sepanjang tahun lalu.
Dari total pengeluaran bulanan warga, Rp672.432 dialokasikan untuk kebutuhan makanan. Jumlah ini setara dengan 56,01% dari total belanja rumah tangga.
Sementara itu, pengeluaran untuk kebutuhan bukan makanan tercatat Rp528.130 per bulan atau berkontribusi 43,99% terhadap total pengeluaran. Komposisi ini menunjukkan bahwa belanja konsumsi masih menjadi prioritas utama dibandingkan tabungan atau investasi.
Dalam kajian ekonomi, semakin tinggi porsi belanja makanan dari total pengeluaran mengindikasikan tingkat kesejahteraan yang relatif lebih rendah. Kondisi ini sesuai dengan Hukum Engel yang menyatakan bahwa saat pendapatan naik, porsi belanja makanan justru menurun.
Dengan angka Rp1.200.562, Kabupaten Lampung Tengah menempati peringkat ke-10 dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Posisi ini berada di tengah klasemen, masih di bawah sejumlah daerah lain yang mencatat pengeluaran per kapita lebih tinggi.
Di tingkat nasional, Lampung Tengah berada di peringkat ke-420 dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia. Capaian ini menjadi gambaran daya beli masyarakat yang masih perlu ditingkatkan melalui penguatan sektor ekonomi lokal.
Berdasarkan data Susenas, terjadi perubahan signifikan pada struktur pengeluaran warga Lampung Tengah dalam dua tahun terakhir. Berikut rinciannya:
Koreksi sebesar 3,63% ini menjadi catatan bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Data ini juga menjadi bahan evaluasi dalam perencanaan program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi rumah tangga.