BANDARLAMPUNG — Rapat koordinasi lintas sektor digelar di Ruang Abung Balai Keratun, Selasa (28/7/2026), dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Lukman Pura. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, memaparkan bahwa festival ke-35 ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
"Dengan adanya Festival Krakatau ini, maka kita berharap bahwa roda perekonomian tentunya itu akan berjalan di Provinsi Lampung," ujar Tony Ferdinansyah dalam paparannya.
Penyisihan Lomba Solo Song menjadi pembuka pada 25 Agustus, disusul Lomba Modern Dance (26/8), Festival Band (27/8), serta rangkaian Seruit Battle (Serbet), Mengan Balak, Lomba Mewarnai, Fashion Show Anak, dan Coffee Expo pada 28 Agustus.
Puncak acara jatuh pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Krakatau Run dengan kategori 5K, 10K, dan 5K Virtual Run akan digelar sejak pagi, dilanjutkan grand final berbagai perlombaan. Opening ceremony berlangsung malam harinya.
Penutupan pada Minggu, 30 Agustus 2026, dimeriahkan Lampung Tapis Karnaval. Target peserta mencapai 6.000 orang dari OPD, BUMN/BUMD, pelajar, mahasiswa, hingga paguyuban budaya se-Provinsi Lampung.
Tony menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Pemerintah menggandeng TNI/Polri, BUMN, perbankan, asosiasi pariwisata, dan komunitas kreatif untuk menyukseskan acara ini.
Festival Krakatau ke-35 juga menghadirkan rangkaian kolaborasi satelit. Harbour Fest akan digelar di Menara Siger BHC Lampung Selatan pada 8 Agustus. Kejurda Aquathlon berlangsung di Pantai Cakra, Pesawaran, pada 29 Agustus. Fun Run di destinasi wisata Teluk Kiluan, Tanggamus, dijadwalkan pada September 2026.
Melalui penyelenggaraan festival ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap kekayaan budaya daerah semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional. Ajang ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta mengukuhkan identitas Lampung sebagai destinasi wisata budaya berdaya saing tinggi.