BANDAR LAMPUNG — Tujuh kabupaten di Lampung masuk dalam daftar wilayah yang perlu mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat pada Rabu (29/7/2026). Berdasarkan pemutakhiran data BMKG, cuaca ekstrem bersifat lokal ini dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
BMKG Lampung mengidentifikasi tujuh daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan/atau angin kencang. Wilayah tersebut meliputi Pringsewu, Tanggamus, Lampung Tengah, Pesisir Barat, Lampung Barat, Way Kanan, dan Lampung Utara.
Dua kabupaten di antaranya, yakni Lampung Barat dan Pesisir Barat, disebut memiliki peluang hujan lebih tinggi dibanding daerah lain. Kondisi ini dipengaruhi oleh topografi perbukitan dan posisi geografis yang berada di jalur barat Lampung.
Data BMKG mencatat rentang suhu yang cukup lebar di seluruh kabupaten/kota Lampung pada hari yang sama. Suhu terendah diprakirakan mencapai 17 derajat Celsius di Lampung Barat, sementara suhu tertinggi sekitar 33 derajat Celsius terjadi di Lampung Utara.
Kelembapan udara tertinggi juga tercatat di Lampung Barat, yakni hingga 99 persen. Angka ini menunjukkan potensi udara sangat lembap yang mendukung pembentukan awan hujan secara intensif di wilayah tersebut.
Secara umum, cuaca di Lampung pada 29 Juli 2026 didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan. Berikut rincian prakiraan untuk 15 kabupaten/kota:
BMKG Lampung menjelaskan bahwa faktor atmosfer lokal tetap dapat memicu pertumbuhan awan konvektif meskipun peluang cuaca signifikan secara umum masih relatif terbatas. Wilayah barat dan daerah perbukitan, seperti Lampung Barat dan Pesisir Barat, lebih rentan karena pengaruh angin basah yang datang dari Samudra Hindia.
Masyarakat di tujuh daerah yang masuk potensi hujan sedang-lebat disarankan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk, terutama di sekitar pohon besar, baliho, atau bangunan tidak kokoh yang rawan roboh akibat angin kencang.