Serapan Anggaran Dinkes Bandar Lampung Baru 50 Persen di Pertengahan 2026, Komisi IV DPRD Evaluasi Kinerja

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 11:44:01 WIB
Komisi IV DPRD Bandar Lampung menggelar rapat dengar pendapat untuk mengevaluasi realisasi anggaran Dinas Kesehatan yang baru mencapai 50 persen hingga pertengahan 2026.

BANDAR LAMPUNG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandar Lampung langsung bergerilya mengawasi kinerja Dinas Kesehatan di awal tahun. Komisi IV menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja dan realisasi anggaran Dinkes tahun 2025 hingga pertengahan 2026. Sekaligus menguji sejauh mana target kesehatan warga tercapai.

Serapan Anggaran Baru Setengah Jalan

Hingga pertengahan 2026, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, menyebut realisasi anggaran Dinkes baru menyentuh angka 50 persen. Angka ini menjadi perhatian serius Komisi IV yang tak hanya mengecek program, tapi juga aliran dana.

“Kalau serapan anggaran mungkin sudah sekitar 50 persen. Tetapi itu tergantung program mana yang lebih dahulu dilaksanakan, terutama program-program prioritas,” jelas Muhtadi usai rapat, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, penyerapan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan jadwal kegiatan di lapangan. Ia memastikan tidak ada masalah berarti dalam proses pencairan anggaran.

Program BIAS Mulai Berjalan Seiring Tahun Ajaran Baru

Salah satu program yang baru mulai berjalan adalah Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Kegiatan ini baru bisa dilaksanakan seiring dimulainya tahun ajaran baru.

“Misalnya penanganan Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Kegiatan itu memang dilakukan ketika anak-anak kembali masuk sekolah. Jadi sejak Maret juga kami sudah mulai melaksanakan berbagai kegiatan kesehatan lainnya,” kata Muhtadi.

Dinkes juga memastikan program-program prioritas lainnya sudah mulai dijalankan sejak awal tahun, termasuk berbagai kegiatan kesehatan preventif di masyarakat.

Empat Pilar Layanan Kesehatan Jadi Andalan

Dalam RDP tersebut, Dinkes memaparkan strategi pelayanan kesehatan yang dijalankan. Ada empat pendekatan utama yang diterapkan: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Muhtadi menegaskan, fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung saat ini adalah pada aspek promotif dan preventif. Langkah ini diambil untuk menekan angka penyakit menular dan tidak menular di kalangan warga.

“Di kesehatan itu kita terbagi empat, yaitu promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Kami juga memiliki jejaring pelayanan mulai dari puskesmas rawat inap, rawat jalan, pustu, hingga posyandu,” ungkapnya.

Jejaring layanan ini tersebar di seluruh wilayah Kota Bandar Lampung untuk memastikan akses kesehatan warga tetap terlayani secara optimal.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: proyeksi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top