BANDARLAMPUNG — Tujuh desa dan dusun terpencil di Provinsi Lampung akhirnya menikmati aliran listrik dalam enam bulan pertama 2026. PLN menyatakan perluasan akses ini menjadi bagian dari upaya mendorong aktivitas ekonomi warga yang selama ini terisolasi.
"Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PLN telah berhasil melistriki tujuh lokasi desa dan dusun yang sebelumnya belum terjangkau jaringan listrik," kata Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Lampung I Putu Kesama di Bandarlampung, Kamis.
PLN tidak berhenti di tujuh titik tersebut. Perusahaan listrik negara itu telah menetapkan 40 lokasi di berbagai kabupaten/kota sebagai prioritas program perluasan akses listrik tahun ini.
Penetapan itu didasarkan pada usulan pemerintah daerah yang telah diverifikasi di lapangan. "Kami mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kondisi geografis, serta kesiapan infrastruktur," ujar I Putu Kesama.
Meski Rasio Desa Berlistrik (RDB) Total Provinsi Lampung telah mencapai 100 persen—artinya seluruh desa secara administratif punya akses listrik—PLN mengakui masih ada kantong-kantong permukiman yang belum tersambung jaringan mereka.
RDB PLN sendiri baru mencapai 99,85 persen per Juni 2026, naik tipis dari 99,77 persen pada tahun sebelumnya. Artinya, masih ada sebagian kecil desa yang mengandalkan sumber listrik non-PLN, seperti pembangkit swadaya masyarakat.
Pembangunan jaringan listrik di sejumlah lokasi prioritas tidak mudah. Sebagian berada di kawasan hutan register yang memerlukan perizinan dari Kementerian Kehutanan dan Balai Kawasan Hutan.
"Untuk itu, PLN terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Kementerian Kehutanan, Balai Kawasan Hutan, dan para pemangku kepentingan lainnya guna mempercepat proses perizinan," kata I Putu Kesama.
PLN meyakini setiap titik yang berhasil dialiri listrik akan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru. Warung, usaha mikro, dan industri rumahan di desa-desa terpencil bisa beroperasi lebih lama dan lebih produktif.
"Program perluasan akses listrik tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah di Provinsi Lampung," pungkas I Putu Kesama.