Pemprov Lampung Bentuk Klaster UMKM Berbasis Komoditas Unggulan Lewat Koperasi Desa Merah Putih, Target Perputaran Uang Rp 50 Triliun

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 16:01:31 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan program Koperasi Desa Merah Putih yang akan mengelompokkan UMKM berdasarkan komoditas unggulan di Bandarlampung, Rabu.

BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak sekadar menjadi wadah simpan pinjam, melainkan ekosistem terintegrasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui program ini, para pelaku usaha akan dikelompokkan berdasarkan komoditas unggulan masing-masing daerah.

Mengapa UMKM Dikelompokkan ke dalam Klaster?

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebutkan masih banyak pelaku UMKM yang memproduksi barang sejenis dengan merek berbeda. Akibatnya, mereka saling bersaing di pasar yang sama tanpa didukung jaringan distribusi yang kuat.

"Pelaku UMKM akan dikelompokkan ke dalam berbagai klaster berdasarkan komoditas sehingga memperoleh pendampingan, penguatan merek, hingga akses pemasaran dalam satu ekosistem yang terintegrasi," kata Rahmat dalam keterangannya di Bandarlampung, Rabu.

Berapa Banyak UMKM di Lampung?

Data Pemprov Lampung mencatat saat ini terdapat sekitar 484 ribu UMKM di provinsi tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 134 ribu usaha bergerak di bidang penyedia akomodasi, makanan dan minuman, sementara 112 ribu lainnya merupakan industri pengolahan.

Peran Koperasi sebagai Penggerak Utama

Rahmat menjelaskan koperasi akan menjadi motor yang mengintegrasikan seluruh rantai produksi. Mulai dari proses produksi, pengemasan, pelatihan sumber daya manusia, hingga pemasaran akan dikelola secara kolektif agar UMKM tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

Selain itu, penguatan jaringan distribusi lewat KDKMP diharapkan mampu memangkas rantai pasok berbagai kebutuhan pokok. Dengan begitu, harga barang di tingkat konsumen bisa lebih mendekati harga eceran tertinggi (HET) dan daya beli masyarakat meningkat.

Target Perputaran Uang di Desa Capai Rp 50 Triliun

Rahmat menambahkan implementasi KDKMP diperkirakan mampu mendorong tambahan perputaran uang di desa hingga sekitar Rp 40 triliun hingga Rp 50 triliun. Program ini sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa di Lampung.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top