Saluran Irigasi Way Gemol di Tulangbawang Barat Rusak Akibat Luapan Air Hujan, BBWS dan PT Brantas Abipraya Turun Tangan

Penulis: Surya Dinata  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 22:29:31 WIB
Tim BBWS dan kontraktor PT Brantas Abipraya memulai perbaikan saluran irigasi Way Gemol yang rusak akibat luapan air hujan.

PANARAGAN — Perbaikan saluran irigasi Way Gemol di Tulangbawang Barat langsung dimulai setelah peninjauan lapangan pada Kamis (11/6/2026). Kepala Satker Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) BBWS Mesuji Sekampung, Arie Bayu Purnomo, memimpin langsung pengecekan bersama kontraktor pelaksana proyek.

Dari hasil peninjauan, ditemukan beberapa titik U-Ditch beton yang bergeser dari posisi semula. Bahkan, ada bagian yang terguling akibat luapan air yang tidak tertampung saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Penyebab Kerusakan: Debit Air Meluap, Pondasi Tak Kuat

SEM Proyek PT Brantas Abipraya, Nadil, menjelaskan bahwa kerusakan terjadi karena volume air hujan yang meluap melebihi kapasitas tampung saluran. Akibatnya, tekanan air mendorong dinding U-Ditch hingga bergeser.

"Perbaikan langsung kami mulai, sementara untuk alatnya satu unit eskavator kami datangkan untuk mengangkat U-Ditch dan 10 pekerja sudah di lokasi. InsyaAllah dalam tujuh hari pekerjaan dapat diselesaikan," kata Nadil.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pondasi atau dudukan U-Ditch akan diperkuat. Pengerjaan disesuaikan dengan kondisi lapangan agar konstruksi lebih tahan terhadap tekanan air di musim hujan.

Target Tujuh Hari, Antisipasi Musim Tanam

Proyek perbaikan ini merupakan bagian dari pekerjaan Instruksi Presiden (Inpres) Tahap III Tahun 2025 yang masih dalam masa pemeliharaan. Artinya, perbaikan menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana tanpa biaya tambahan dari negara.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJPA BBWS Mesuji Sekampung, Fudi Firmantoro, menegaskan bahwa target penyelesaian dalam tujuh hari bukan tanpa alasan. Pihaknya ingin memastikan saluran irigasi kembali berfungsi normal sebelum musim tanam berikutnya tiba.

"Kami turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan, dan akan terus melakukan monitoring selama proses perbaikan berlangsung oleh pihak Brantas," sebut Fudi Firmantoro.

Pemantauan Ketat, Harapan Petani Tergantung

Hasil peninjauan juga menjadi dasar penyusunan metode rehabilitasi agar perbaikan lebih optimal. Fudi menambahkan, setelah pekerjaan selesai, saluran harus bisa mengalirkan air ke lahan pertanian secara normal dalam jangka panjang.

"Perbaikan kami percepat, untuk mengantisipasi musim tanam berikutnya. Setelah pekerjaan selesai, kami pastikan saluran ini dapat kembali berfungsi normal dalam mengalirkan air ke lahan pertanian," ujar Fudi.

Saluran irigasi Way Gemol menjadi urat nadi bagi ribuan hektare sawah di Tulangbawang Barat. Jika perbaikan molor, pasokan air ke lahan petani bisa terganggu dan berpotensi menggeser jadwal tanam. BBWS dan PT Brantas Abipraya kini berlomba dengan waktu agar saluran kembali mengalir sebelum kemarau benar-benar tiba.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: lampungpro.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top