BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan tidak ada warga kurang mampu yang terlewat dalam pendistribusian bantuan pangan tahap awal tahun ini. Total 102.624 KPM yang tersebar di seluruh kecamatan bakal menerima paket sembako yang dirapel sekaligus untuk dua bulan.
Setiap keluarga penerima manfaat mendapat jatah 20 kilogram beras dan minyak goreng dalam satu kali penyaluran. Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ichwan Adji Wibowo, menjelaskan bahwa secara normal warga hanya menerima 10 kilogram beras dan dua liter minyak per bulan.
“Per bulannya masyarakat menerima 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng. Karena ini penyaluran untuk Februari dan Maret, maka disalurkan sekaligus,” jelas Ichwan.
Untuk menghindari kesalahan data dan antrean panjang, pemerintah kota mengerahkan aparatur mulai dari tingkat kelurahan hingga ketua RT. Setiap titik distribusi diawasi langsung oleh petugas Dinas Pangan dan pihak kecamatan setempat.
“Kita memastikan seluruh bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang memang sudah terdata sebagai penerima manfaat,” ujar Ichwan.
Pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjadi sumber utama bantuan ini. Pemkot Bandar Lampung hanya bertugas sebagai pelaksana distribusi di lapangan.
Wali Kota Eva Dwiana turun langsung ke sejumlah lokasi penyaluran untuk memastikan proses berjalan lancar. Ia menegaskan bahwa program bansos pangan akan terus dilanjutkan sepanjang tahun.
“Insyaallah kebagian semua,” kata Eva saat menyerahkan bantuan kepada warga.
Menurutnya, di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok, bantuan beras dan minyak goreng menjadi salah satu cara paling efektif untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. “Pemkot terus berupaya hadir di tengah masyarakat. Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu kebutuhan sehari-hari warga,” ujarnya.
Penyaluran dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan kerumunan. Pemkot telah memetakan 27 titik lokasi yang tersebar merata di wilayah Bandar Lampung. Warga penerima manfaat dijadwalkan oleh RT setempat untuk mengambil paket secara bergiliran.
Pemerintah kota memastikan program bantuan sosial dan pangan akan terus dianggarkan sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, distribusi di sejumlah kecamatan dilaporkan berlangsung tertib tanpa hambatan berarti.