LAMPUNG — Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut, puncak keberangkatan terjadi pada Rabu (13/5/2026) dengan 196.302 tiket terjual dalam sehari. Disusul Kamis (14/5/2026) sebanyak 162.217 tiket, dan Minggu (17/5/2026) mencapai 130.718 tiket yang mulai didominasi pergerakan arus balik.
“Pergerakan pelanggan pada awal long weekend menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pada moda transportasi kereta api. Pola perjalanan yang terbentuk memperlihatkan dominasi keberangkatan dari kota-kota besar menuju berbagai wilayah di Jawa untuk aktivitas liburan, kunjungan keluarga, dan perjalanan antarkota,” ujar Anne dalam pernyataan resmi, Kamis (14/5/2026).
Data KAI menunjukkan, volume penumpang pada Jumat (15/5/2026) tercatat 94.477 tiket, sementara Sabtu (16/5/2026) sebanyak 102.219 tiket. Pola ini mengindikasikan masyarakat memanfaatkan awal masa libur panjang untuk bepergian lebih awal guna memaksimalkan waktu liburan.
Adapun peningkatan penjualan tiket pada Minggu (17/5/2026) mulai menggambarkan pergerakan arus balik menuju kota asal. Rute favorit masih didominasi jalur Jakarta menuju kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur, seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang.
Anne menambahkan, penjualan tiket masih berlangsung melalui aplikasi Access by KAI, loket stasiun, dan kanal resmi lainnya. Masyarakat diimbau membeli tiket hanya melalui saluran resmi untuk menghindari percaloan.
KAI mengoperasikan tambahan perjalanan kereta api pada periode libur panjang ini untuk mengakomodasi lonjakan penumpang. Total tiket yang terjual hingga Kamis pagi setara dengan 78 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan selama periode libur.
Dengan tren mobilitas yang terus meningkat, KAI memperkirakan angka penjualan akhir bisa menembus 750.000 tiket hingga masa libur berakhir pada Senin (18/5/2026). Hal ini menjadikan libur panjang Kenaikan Yesus Kristus sebagai salah satu periode tersibuk bagi operator kereta api nasional tahun ini.