BANDAR LAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) mengeluarkan pengumuman resmi terkait pengisian jabatan strategis di lingkungan kampus. Melalui surat Nomor 5493/DST/UN26/KP.00.01/2026, pihak universitas merekomendasikan satu nama tunggal untuk memimpin Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) pada periode mendatang.
Keputusan tersebut merujuk pada Berita Acara Rapat Panitia Seleksi Nomor 010/UN26/PANSEL/KP.00.01/2026. Panitia seleksi menyatakan dr. Yulita Tricia memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan selama proses penjaringan internal berlangsung.
Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, menyatakan bahwa proses seleksi dijalankan secara objektif. Tim penilai menitikberatkan pada tiga aspek utama: rekam jejak profesional, kemampuan manajerial, serta kapasitas kepemimpinan di sektor layanan kesehatan publik.
"Proses seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan rekam jejak, kemampuan manajerial, serta kapasitas kepemimpinan di bidang layanan kesehatan," ujar Lusmeilia Afriani dalam keterangan tertulisnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan nakhoda baru RSPTN mampu membawa institusi bersaing di tingkat regional. Panitia juga memberikan ruang koreksi jika di kemudian hari ditemukan kekeliruan dalam proses administrasi penetapan calon tersebut.
RSPTN Unila memegang fungsi ganda yang sangat krusial di Lampung. Selain sebagai penyedia layanan medis bagi masyarakat umum, rumah sakit ini menjadi sarana pendidikan klinis utama bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran.
Manajemen baru nantinya diharapkan mampu menyinkronkan kebutuhan layanan kesehatan dengan standar akademik yang ketat. Posisi direktur menjadi kunci dalam menentukan arah pengembangan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia medis di lingkungan kampus.
Pihak universitas menargetkan peningkatan daya saing rumah sakit agar tidak hanya menjadi pusat rujukan lokal, tetapi juga unggul dalam riset kesehatan. Penguatan fungsi akademik dan layanan medis menjadi prioritas utama yang harus segera dieksekusi oleh kepemimpinan periode 2026.