10 Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Klaim Tembus 70 Km/Liter

Penulis: Surya Dinata  •  Senin, 21 September 2026 | 19:05:31 WIB
Yamaha Fazzio Hybrid memimpin daftar motor matic paling irit 2026 dengan klaim hingga 70 km/liter.

LAMPUNG — Yamaha Fazzio Hybrid memimpin daftar motor matic paling irit 2026 dengan klaim konsumsi bahan bakar hingga 70 km/liter, disusul Grand Filano Hybrid di angka 60,2 km/liter. Sepuluh model dari Yamaha, Suzuki, dan Honda masuk rekomendasi berdasarkan efisiensi BBM, kapasitas bagasi, dan fitur harian. Harga termurah di daftar ini adalah Honda BeAT mulai Rp19.380.000 OTR Jakarta.

Daftar ini disusun dari perpaduan efisiensi bahan bakar, kepraktisan pemakaian, dan kenyamanan berkendara harian, bukan semata klaim angka konsumsi dari pabrikan. Sebagian besar model yang masuk sudah mengantongi data resmi dari masing-masing ATPM, dengan rentang harga OTR Jakarta mulai Rp19 jutaan hingga Rp28 jutaan.

Berikut sepuluh pilihan motor matic irit yang layak dipertimbangkan sepanjang 2026.

1. Yamaha Grand Filano Hybrid

Grand Filano Hybrid memakai mesin Blue Core Hybrid 125 cc dengan klaim konsumsi bahan bakar sekitar 60,2 km/liter dalam kondisi pengujian tertentu. Kapasitas tangkinya 4,4 liter, ditambah bagasi 27 liter, lubang tangki depan, dan USB socket. Harga banderolnya Rp28.665.000.

2. Yamaha Fazzio Hybrid

Fazzio Hybrid mengandalkan mesin Blue Core Hybrid 125 cc yang disokong Electric Power Assist Start untuk dorongan ekstra di awal akselerasi. Klaim pabrikan menyebut angka hingga 70 km/liter, tertinggi di daftar ini. Tangkinya 5,1 liter, bagasi 17,8 liter, plus USB power socket dan konektivitas smartphone di varian tertentu. Harga di Jakarta dipatok Rp22.820.000.

3. Suzuki NEX II

Suzuki NEX II mengusung mesin 113 cc dengan teknologi Suzuki Eco Performance (SEP) yang menjaga keseimbangan performa dan efisiensi. Bobot ringan membuatnya lincah untuk pemakaian dalam kota. Harga OTR Jakarta mulai Rp20.480.000.

4. Suzuki Address FI

Address FI memakai mesin injeksi 113 cc dengan bagasi 20,6 liter dan tangki bensin 5,2 liter. Kombinasi itu membuatnya praktis untuk aktivitas harian. Harga mulai Rp21.375.000 OTR Jakarta.

5. Yamaha Gear Ultima Hybrid

Gear Ultima ditenagai mesin Blue Core Hybrid 125 cc, dengan Stop & Start System di tipe tertentu agar bahan bakar tidak terbuang saat berhenti di kemacetan atau lampu merah. Konsumsi BBM berkisar 54 sampai 74 km per liter. Harga mulai Rp20.240.000 OTR Jakarta.

6. Suzuki Access 125

Access 125 dibekali mesin 124 cc berteknologi Suzuki Eco Performance (SEP). Data resmi Suzuki Indonesia mencatat konsumsi bahan bakar 57,3 km/liter dalam kondisi pengujian tertentu. Bobotnya 106 kg, tergolong ringan untuk skutik 125 cc. Harga OTR Jakarta mulai Rp26.050.000.

7. Honda BeAT

Honda BeAT tetap jadi pilihan utama pengendara dengan mobilitas tinggi. Mesin 109,5 cc eSP dipadukan bodi ringkas membuatnya lincah menembus kemacetan dan dikenal irit. Harga mulai Rp19.380.000 OTR Jakarta, termurah di daftar ini.

8. Honda Genio

Genio membawa mesin 109,5 cc dengan bodi enteng dan compact. Karakternya cocok untuk komuter jarak pendek hingga menengah. Mesinnya mirip BeAT sehingga efisiensi bahan bakarnya sejalan. Harga mulai Rp20.500.000 OTR Jakarta.

9. Suzuki Burgman Street 125EX

Burgman Street 125EX menyematkan teknologi Suzuki Eco Performance Alpha (SEP-?) serta Engine Auto Stop-Start. Suzuki mencantumkan konsumsi bahan bakar sekitar 52,6 km/liter berdasarkan metode pengujian tertentu. Harga OTR Jakarta mulai Rp26.843.500.

10. Yamaha FreeGo 125

FreeGo 125 mengombinasikan mesin Blue Core 125 cc dengan bodi yang dirancang untuk pemakaian harian. Model ini melengkapi daftar sebagai opsi skutik 125 cc dari Yamaha di segmen efisiensi bahan bakar.

Cara Membaca Klaim Konsumsi BBM

Angka km/liter yang dicantumkan pabrikan umumnya diukur dalam kondisi pengujian tertentu, bukan hasil pemakaian nyata di jalan raya. Beban pengendara, kondisi lalu lintas, tekanan angin ban, dan gaya berkendara bisa menggeser angka tersebut cukup jauh.

Karena itu, pemilihan motor harian sebaiknya tidak hanya berpatokan pada klaim efisiensi. Pertimbangkan juga kapasitas tangki, ruang bagasi, ketersediaan jaringan dealer, dan biaya servis berkala sebelum memutuskan.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: uzone.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top