LAMPUNG — Xiaomi memastikan akan menjual mobil listriknya di Indonesia, meski kapan persisnya masih tanda tanya. Country Director Xiaomi Indonesia Michael Feng menyebut pasar lokal masuk dalam peta ekspansi otomotif perusahaan setelah Tiongkok dan Eropa. Konsumen diminta bersabar karena ekspansi global berjalan bertahap.
Kabar ini pertama kali muncul lewat laporan OtoDream, yang mengutip pernyataan Michael Feng dalam sebuah acara di Jakarta. Xiaomi tidak memberi tenggat waktu resmi, hanya menegaskan bahwa Indonesia ada di dalam rencana jangka panjang mereka.
Yang perlu diluruskan sejak awal, ini bukan pengumuman peluncuran. Xiaomi baru sebatas mengonfirmasi niat masuk pasar Indonesia, tanpa menyebut model, harga, maupun tanggal.
Pernyataan Michael menegaskan komitmen itu tanpa ambiguitas. "Kami 100% akan membawa produk mobil listrik kami ke pasar ini. Namun, untuk saat ini, sejujurnya, kami masih harus menunggu," ujarnya di Jakarta.
Kalimat "masih harus menunggu" itu penting dicatat. Artinya, konsumen Indonesia belum bisa berharap ada unit yang bisa dipesan dalam waktu dekat.
Urutan ekspansi Xiaomi cukup jelas dari pernyataan Michael. Perusahaan lebih dulu memantapkan posisi di Tiongkok, lalu membuka pasar Eropa, dan baru setelah itu menyasar wilayah lain termasuk Indonesia.
Pola bertahap seperti ini lazim untuk produsen mobil listrik pendatang baru. Jaringan produksi, layanan purnajual, dan pengisian daya butuh dibangun sebelum jualan di pasar baru.
Bagi Xiaomi, Indonesia punya daya tarik tersendiri sebagai salah satu pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara, dengan insentif kendaraan listrik yang terus digenjot pemerintah.
Sejumlah pertanyaan itu krusial. Tanpa perakitan lokal, harga mobil listrik Xiaomi berpotensi kena bea masuk dan sulit bersaing dengan merek yang sudah memproduksi di dalam negeri.
Xiaomi bukan pemain baru di sektor kendaraan listrik. Perusahaan ini sudah menjual mobil di Tiongkok dan tengah memperluas jejak ke Eropa, langkah yang mereka klaim sebagai penguatan posisi di industri otomotif global.
Masuknya Xiaomi ke Indonesia akan menambah daftar merek Tiongkok yang bersaing di segmen EV lokal, yang saat ini sudah cukup ramai. Persaingan harga dan fitur diprediksi makin ketat begitu mereka benar-benar hadir.
Tidak ada jawaban pasti dari pernyataan resmi Xiaomi. Yang bisa dipegang saat ini hanya komitmen "100 persen" dari Michael Feng, tanpa jadwal, tanpa model, tanpa harga.
Untuk pembaca yang sedang menimbang membeli mobil listrik, kabar ini lebih tepat dibaca sebagai sinyal jangka menengah, bukan alasan menunda pembelian. Pilihan EV yang sudah tersedia di pasar Indonesia hari ini tetap menjadi acuan realistis, setidaknya sampai Xiaomi memberi tanggal resmi.