Flock Safety Tawarkan Buyout ke 1.500 Karyawan di Tengah Kontroversi

Penulis: Rizal Fikri  •  Minggu, 20 September 2026 | 11:36:01 WIB

LAMPUNG — Flock Safety menawarkan paket pesangon sukarela kepada sekitar 1.500 karyawannya setelah tekanan publik atas teknologi pengenalan pelat nomor terus meningkat. Perusahaan menyebut paket ini sebagai yang "paling generous" yang pernah mereka berikan, dan memperkirakan sebagian besar karyawan akan mengambil opsi tersebut. Langkah ini diambil untuk menghindari PHK paksa yang disebut "hampir pasti" terjadi tanpa program buyout.

Dalam pengumuman internal yang dikutip Wired, Flock menyebut paket pesangon yang ditawarkan sebagai yang "paling generous" sepanjang sejarah perusahaan. Manajemen memperkirakan sebagian besar dari 1.500 karyawan akan menyatakan minat, dan buyout akan diberikan kepada mayoritas peminat.

Mengapa Flock Safety Pilih Buyout Ketimbang PHK

Wired melaporkan bahwa tanpa program buyout, Flock "hampir pasti" harus melakukan PHK terhadap sebagian stafnya. Dengan membuka opsi sukarela, perusahaan bisa mengurangi jumlah karyawan yang sudah terdemoralisasi akibat kontroversi yang tak kunjung reda.

CEO Flock Safety Garrett Langley dalam podcast All-In menyebut dampak terbesar dari gelombang kritik ini adalah pada "internal morale" atau semangat kerja tim internal. Ia tidak merinci berapa banyak karyawan yang diharapkan keluar melalui skema ini.

Rentetan Kasus Penyalahgunaan Teknologi Flock

Pada Agustus lalu, The Washington Post mengidentifikasi 46 kasus di mana polisi dituduh menyalahgunakan teknologi Flock. Sejumlah kasus melibatkan oknum yang diduga menguntit istri, pacar, atau mantan pasangan mereka menggunakan data dari sistem pengenalan pelat nomor.

Dua negara bagian, Florida dan Texas, menyatakan akan berhenti menggunakan teknologi perusahaan rintisan ini. Sebuah kelompok advokasi anti-pengawasan juga mencatat 90 kota yang meninggalkan Flock hanya dalam kurun Agustus saja — empat kali lipat dibanding bulan sebelumnya.

Apa Dampaknya bagi Pasar Teknologi Pengawasan

Flock Safety menjadi salah satu nama paling dikenal dalam bisnis kamera pengawas berbasis AI di Amerika Serikat. Teknologi mereka memungkinkan kamera membaca pelat nomor kendaraan secara otomatis dan mencocokkannya dengan basis data penegak hukum.

Model bisnis semacam ini memang mengundang perdebatan soal privasi. Ketika penyalahgunaan terjadi di lapangan, tekanan publik tidak hanya menyasar aparat yang bertindak, tetapi juga vendor teknologi yang menyediakan alatnya.

TechCrunch telah menghubungi pihak Flock Safety untuk meminta komentar resmi terkait program buyout dan gelombang penolakan dari berbagai kota. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan yang dipublikasikan.

Langkah Selanjutnya

Flock belum mengumumkan tenggat waktu resmi bagi karyawan yang ingin mengambil paket buyout. Perusahaan juga belum merinci berapa besar pesangon yang ditawarkan per karyawan.

Yang jelas, tekanan terhadap Flock Safety tidak hanya datang dari sisi bisnis, tetapi juga dari sisi reputasi dan moral tim internal. Program buyout ini menjadi sinyal bahwa perusahaan tengah berupaya menstabilkan operasional di tengah badai kritik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top