Bupati Pesisir Barat dan Dandim 0422 Matangkan Skema Evakuasi Udara untuk Rujukan Pasien Kritis

Penulis: Qodri Anwar  •  Minggu, 20 September 2026 | 11:31:01 WIB

PESISIR BARAT — Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menyiapkan jalur evakuasi udara sebagai alternatif rujukan darurat bagi warga yang mengalami kondisi kritis. Langkah itu dibahas dalam pertemuan antara Bupati Dedi Irawan dan Tim Evakuasi Penerbang Medis di lingkungan kantor bupati. Hadir pula Dandim 0422/Lampung Barat Letkol Inf. Rizky Kurniawan, Danramil 0422-02/Pesisir Selatan Kapten Inf. Is Yusuf Rahmadi, Asisten III Bidang Administrasi Umum Armen Qodar, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah.

Mengapa Evakuasi Udara Jadi Opsi Utama

Letak geografis Pesisir Barat yang membentang di pesisir barat Lampung membuat jarak tempuh darat ke rumah sakit tipe utama di luar daerah cukup jauh. Ketersediaan jalur evakuasi udara dipandang sebagai cara memangkas waktu rujukan darurat. Kemitraan lintas sektor antara pemda, TNI, dan tenaga medis dinilai strategis untuk mempercepat penanganan pasien.

Komitmen Bupati: Sinergi Pemda dan TNI Diperkuat

Bupati Dedi Irawan menyatakan pemerintah kabupaten mendukung penuh integrasi layanan penyelamatan warga bersama jajaran komando teritorial TNI.

"Pemerintah daerah menyambut baik setiap langkah yang bermuara pada peningkatan keselamatan dan layanan kesehatan masyarakat. Sinergi antara pemda, TNI, tenaga medis, serta seluruh pihak terkait perlu terus diperkuat," tutur Dedi.

Dedi menekankan kelancaran penanganan di lapangan membutuhkan kesiapan sarana, kecakapan personel, dan alur koordinasi yang terstruktur rapi. Kejelasan standar operasional menjadi pegangan utama agar evakuasi bisa berjalan tanggap sewaktu-waktu dibutuhkan.

Standar Operasional dan Kesiapan Personel

Keterbukaan ruang komunikasi bersama praktisi aviasi dan institusi militer mempertegas keseriusan jajaran pemerintah daerah membenahi sistem penanganan rujukan. Kesiapsiagaan sarana penyelamatan diarahkan untuk menjamin setiap warga yang mengalami situasi kritis memperoleh pertolongan secara cepat, aman, dan tepat sasaran.

Skema yang tengah dimatangkan mencakup alur koordinasi antara tim medis, penerbang, dan aparat teritorial di lapangan. Pemerintah kabupaten berharap integrasi ini memangkas hambatan birokrasi saat evakuasi darurat benar-benar dibutuhkan.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: clickinfo.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top