LAMPUNG — Presiden Prabowo Subianto menargetkan Badan Pengelola Investasi Danantara menyetor dividen hingga Rp 200 triliun pada akhir 2026, naik dari Rp 138 triliun pada 2025. Target itu dicanangkan setelah sejumlah BUMN di bawah Danantara mencatat lonjakan laba pada semester I-2026.
Target Rp 200 triliun merupakan dividen bersih setelah dikurangi penyertaan modal negara (PMN). Jika tercapai, setoran itu melompat dari Rp 138 triliun pada 2025 dan Rp 53 triliun pada 2024.
Prabowo mengaku terkejut dengan kecepatan pembalikan kinerja BUMN yang sebelumnya merugi. Ia menyebut hampir seluruh BUMN yang dikelola Danantara kini mencatat keuntungan dalam waktu relatif singkat.
"Yang saya kaget, turn around-nya cepat sekali. Hampir semua BUMN kan rugi, tiba-tiba untung," kata Prabowo.
PT Timah menjadi contoh yang ia soroti. Menurut laporan yang diterima Prabowo, laba emiten pertambangan timah itu pada semester I-2026 melonjak sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"PT Timah dalam satu semester cuan. Keuntungannya semester pertama 2026 itu sembilan kali dibandingkan semester pertama 2025," ujarnya.
Selain PT Timah, sejumlah BUMN lain mencatat kenaikan laba signifikan pada semester I-2026. Berikut rinciannya:
Prabowo menilai capaian itu lahir dari perbaikan kepemimpinan dan manajemen di lingkungan Danantara. Ia menyebut faktor niat dan leadership sebagai penentu utama.
"Coba dicek, berapa tahun mereka rugi. Luar biasa prestasi petinggi Danantara. Kalau niat benar, leadership benar, mereka kerja dan menghasilkan," katanya.
Setoran dividen Danantara menunjukkan tren kenaikan tajam. Pada 2024, dividen tercatat sekitar Rp 53 triliun. Angka itu melesat menjadi Rp 138 triliun pada 2025, dan kini dipatok Rp 200 triliun untuk 2026.
Prabowo optimistis target tersebut dapat dicapai pada akhir tahun. Ia menilai pembalikan kinerja BUMN bisa berlangsung cepat asalkan manajemen dijalankan dengan benar.
"Targetnya kita akhir tahun ini Rp 200 triliun dividennya, setelah dikurangi PMN. Saya percaya kita bisa turn around negara ini dalam waktu cepat, tinggal masalah manajemen," ujar Prabowo.
Bagi negara, dividen Danantara merupakan salah satu sumber penerimaan di luar pajak yang menopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kenaikan setoran dari BUMN memberi ruang fiskal lebih besar bagi pemerintah untuk membiayai program prioritas tanpa menambah utang baru.