LAMPUNG — Laga pembuka musim baru selalu menjadi ajang pembuktian bagi tim-tim besar. Chelsea menunjukkan sinyal positif dengan permainan menyerang yang hidup, sementara Manchester United justru tampil di bawah standar dan harus segera berbenah sebelum persaingan mengerucut.
Formasi 3-4-2-1 racikan pelatih Alonso langsung menemukan ritme di pertandingan perdana. Trio Joao Pedro, Morgan Rogers, dan Cole Palmer menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Fulham.
Joao Pedro dan Palmer sama-sama menyumbang satu gol serta satu assist. Adapun Rogers, pemain termahal Chelsea, menandai debutnya dengan mencetak gol kedua The Blues. Palmer menjadi yang paling menonjol lewat keberaniannya menusuk pertahanan lawan dan kualitas umpan-umpannya.
Satu-satunya catatan negatif di laga ini adalah performa kiper Robert Sanchez. Ia gagal membendung tembakan Joshua King yang mengarah ke tiang dekat, sebuah insiden yang kembali memicu sorotan terhadap posisinya di bawah mistar.
Perjalanan Manchester United di musim ini langsung terhenti oleh Hull City. Dua gol yang bersarang di gawang Andre Onana, melalui Semi Ajayi dan Nobel Mendy, seluruhnya berawal dari situasi bola mati yang gagal dibendung lini pertahanan.
Masalah MU tidak berhenti di lini belakang. Motor lini tengah yang diisi Andrey Santos, Youri Tielemans, dan Bruno Fernandes gagal mengalirkan bola dengan efektif. Meski dominan dalam penguasaan bola, anak asuh Michael Carrick minim ide untuk membongkar pertahanan lima pemain milik Hull.
Manchester City nyaris kehilangan dua poin saat menjamu Bournemouth. Gol penentu kemenangan 2-1 baru datang di menit ke-90+2 melalui sundulan Josko Gvardiol.
Kebuntuan akhirnya pecah setelah Rayan Cherki masuk dari bangku cadangan. Pemain asal Prancis itu menjadi aktor kunci dengan dua assist yang masing-masing dikonversi menjadi gol oleh Marc Guehi dan Gvardiol.
Liverpool harus puas bermain imbang 2-2 di markas Newcastle United. Gol penalti Dominik Szoboszlai pada menit ke-90+9 menjadi penyelamat The Reds di laga debut pelatih Andoni Iraola. Kecepatan Anthony Elanga menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Liverpool, namun semangat juang yang ditunjukkan anak asuh Iraola bisa menjadi modal penting ke depan.
Berbanding terbalik dengan Liverpool, Arsenal tampil tanpa cela. Sang juara bertahan menghancurkan Coventry 3-0 di Stadion Emirates. Permainan dominan, kreatif, dan tekanan tanpa henti membuat tim arahan Frank Lampard tak berkutik sepanjang laga.