LAMPUNG — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) bersama entitas Holding Ultra Mikro, khususnya PT Pegadaian, mencatatkan pengelolaan ekosistem emas mencapai 153 ton. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari berbagai produk, mulai dari deposito emas, gadai, tabungan, cicilan, hingga pinjaman modal kerja beragun emas dan layanan titipan korporasi.
Angka ini menjadi indikator bahwa emas telah bertransformasi menjadi instrumen keuangan yang inklusif. Bagi nasabah ultra mikro, emas tidak hanya menjadi alat menyimpan nilai, tetapi juga aset yang bisa dijadikan jaminan untuk mendapatkan pembiayaan usaha.
Group CEO BRI, Hery Gunardi, menyatakan pengembangan ekosistem emas ini merupakan bentuk nyata sinergi di dalam Holding Ultra Mikro. Menurutnya, integrasi layanan antara BRI, Pegadaian, dan PNM membuka akses lebih luas bagi masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis emas.
"Melalui Holding Ultra Mikro, BRI bersama Pegadaian terus memperkuat ekosistem emas agar semakin terintegrasi, inklusif, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat maupun perekonomian nasional. Dengan kelolaan ekosistem emas yang telah mencapai 153 ton, kami melihat ruang pertumbuhannya masih sangat besar ke depan," ujar Hery dalam keterangan resminya.
Keberadaan ekosistem ini memiliki dampak ganda. Di sisi hulu, pengelolaan emas nasional yang terstruktur turut mendukung ketahanan cadangan negara. Di sisi hilir, masyarakat dari segmen akar rumput mendapatkan alternatif pembiayaan yang cepat dan aman tanpa harus menjual aset produktif mereka.
Pertumbuhan ini juga tidak lepas dari evolusi Holding Ultra Mikro yang hampir memasuki usia lima tahun. Penggabungan kekuatan tiga entitas—BRI di perbankan, Pegadaian di gadai dan emas, serta PNM di pembiayaan mikro—terbukti mampu menciptakan layanan finansial yang menyentuh hingga ke pelosok.
Dengan total kelolaan 153 ton, Holding Ultra Mikro tidak hanya memperkuat posisinya di industri keuangan nasional, tetapi juga berkontribusi pada upaya pemerintah dalam memanfaatkan kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat.