Teknokrat Jadi Tuan Rumah Pelatihan Penulisan Paten Nasional, 10 Kampus Ikut Serta

Penulis: Qodri Anwar  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:45:31 WIB
Sepuluh perguruan tinggi mengirimkan dosen dan pengelola kekayaan intelektualnya dalam Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten (PDPP) 2026 di Universitas Teknokrat Indonesia, Bandar Lampung.

Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) dipercaya Kemendiktisaintek RI menjadi tuan rumah Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten (PDPP) 2026 di Bandar Lampung pada 20–21 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti dosen dan pengelola kekayaan intelektual dari 10 perguruan tinggi di Indonesia untuk mendorong hasil riset tidak berhenti di publikasi, tetapi memiliki perlindungan hukum dan nilai komersial.

BANDAR LAMPUNG — Sepuluh perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia mengirimkan dosen dan pengelola kekayaan intelektualnya mengikuti Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten (PDPP) 2026 yang digelar di Kampus Universitas Teknokrat Indonesia, 20–21 Agustus 2026. Kegiatan ini diinisiasi Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendiktisaintek RI.

Peserta berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Sriwijaya (Unsri), ITN Malang, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dan sejumlah kampus lainnya. Mereka dibekali keterampilan menulis spesifikasi paten yang menjadi syarat utama pengajuan perlindungan kekayaan intelektual.

Mengapa Paten Tidak Boleh Berhenti di Jurnal Ilmiah

Plt. Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kemendiktisaintek RI, Dr. Adhi Indra Hermanu, S.T., M.T., menegaskan bahwa hasil riset dosen harus berdampak luas. Menurutnya, paten bukan sekadar dokumen hukum, melainkan instrumen yang bisa dikomersialkan dan menjawab kebutuhan industri.

"KI harus berdampak. Paten tidak hanya untuk perlindungan hukum, tetapi harus bisa dikomersialkan dan memberi solusi nyata bagi industri dan masyarakat," ujarnya saat membuka pelatihan secara resmi.

Adhi menambahkan, pemerintah mendorong penguatan ekosistem riset secara menyeluruh. Mulai dari memastikan dosen aktif meneliti, menyediakan pendanaan dan fasilitas pengujian, hingga menghubungkan pemilik paten dengan industri dan investor. Kerja sama riset internasional juga terus diperluas untuk meningkatkan daya saing inovasi dalam negeri.

Komposer Cerdas: Bukti Inovasi Teknokrat yang Diapresiasi Kementerian Hukum

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menyebut kepercayaan menjadi tuan rumah ini sebagai momentum strategis. Pihaknya berkomitmen membangun budaya riset dan hilirisasi di lingkungan kampus.

"Ini momentum penting untuk memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi di bidang riset dan inovasi. Teknokrat berkomitmen membangun budaya riset, inovasi, kreativitas, dan hilirisasi. Kami mendorong dosen dan mahasiswa menghasilkan invensi yang dapat dipatenkan dan bermanfaat bagi masyarakat," kata Nasrullah.

Teknokrat bukan pemain baru di bidang ini. Dosen dan mahasiswanya pernah meraih penghargaan paten dari Kementerian Hukum RI lewat inovasi "Komposer Cerdas" di bidang pertanian dan lingkungan. Karya tersebut juga dipamerkan di Expo KSTI 2025 di ITB dan meraih Juara Nasional PIMPI 2025.

Materi Pelatihan: dari Penelusuran Paten Hingga Praktik Menulis Deskripsi

Selama dua hari, peserta mendapat materi dari pakar nasional. Drh. I Ketut Mudite Adnyane, S.KH., M.Si., PhD., AHVet.(K) dari IPB membuka sesi dengan paparan sistem administrasi dan tata cara permohonan paten.

Prof. Dr. tech. Ir. Suyitno, S.T., M.T. dari UNS mengajarkan penelusuran informasi paten untuk menentukan patentabilitas. Sementara Dr. Eng. Muhamad Sahlan, S.Si., M.Eng. dari Universitas Indonesia memandu metode penulisan dokumen spesifikasi paten.

Hari pertama ditutup dengan praktik langsung penulisan deskripsi paten yang difasilitasi Tim Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan. Hari kedua diisi finalisasi, evaluasi hasil penyusunan, dan sesi berbagi pengalaman antarpeserta.

Tiga Jalur Hilirisasi yang Perlu Diperkuat

Dalam proses hilirisasi, Adhi memaparkan tiga jalur yang harus berjalan paralel. Pertama, mendorong teknologi yang sudah tersedia di kampus agar siap diproduksi. Kedua, menjawab kebutuhan industri secara langsung. Ketiga, mengembangkan inovasi bersama pemerintah daerah.

Pembukaan kegiatan dimeriahkan Tari Dendang Besambut dan penyambutan Sekapur Sirih sebagai bentuk penghormatan khas Lampung. Acara juga dihadiri jajaran pimpinan dan dosen Universitas Teknokrat Indonesia serta Tim Hilirisasi Riset dan Industri Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: kupastuntas.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top