KALIANDA — Prosesi pengukuhan Paskibraka Lampung Selatan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bupati Radityo Egi Pratama memilih TMP Kusuma Bangsa sebagai lokasi seremoni, sebuah keputusan yang sarat makna di tengah hiruk-pikuk persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di hadapan pusara para pejuang, ke-42 anggota Paskibraka menerima amanat untuk mengibarkan Sang Merah Putih. Upacara puncak akan berlangsung di Amphitheatre Menara Siger, Bakauheni, keesokan harinya.
Bupati Egi menegaskan bahwa pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Ia ingin para anggota Paskibraka merasakan langsung atmosfer perjuangan sebelum menjalankan tugas negara.
"Tempat pengukuhan ini menjadi saksi bahwa kemerdekaan yang kita rasakan hari ini diperjuangkan dengan perjuangan dan pertumpahan darah," ujar Egi dalam sambutannya.
Menurutnya, tugas Paskibraka tidak sekadar mengibarkan bendera. Di balik kain merah putih tersebut, tersimpan sejarah panjang, air mata, dan pengorbanan para pahlawan yang mempertaruhkan nyawa demi bangsa.
Setelah prosesi pengukuhan, rangkaian acara dilanjutkan dengan pemasangan kendit. Ritual ini menjadi simbol kesiapan para anggota untuk bertugas dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi.
Bupati Egi berpesan agar seluruh anggota Paskibraka menjalankan tugas dengan disiplin, penuh tanggung jawab, dan rasa bangga. Ia mengingatkan bahwa kesempatan ini merupakan kehormatan sekaligus bentuk pengabdian kepada negara.
"Sang Merah Putih lahir dari perjuangan. Ia pernah diperjuangkan dengan darah, air mata, bahkan dengan kehilangan nyawa. Oleh karena itu, kibarkan dengan penuh kehormatan dan jangan pernah melupakan jasa para pahlawan," tegasnya.
Pengukuhan ini turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Supriyanto, serta Wakil Ketua TP PKK Rheny Apriyani.
Setelah resmi dikukuhkan, para anggota Paskibraka akan menjalankan tugas utamanya di Amphitheatre Menara Siger, Bakauheni. Lokasi tersebut merupakan salah satu ikon kebanggaan Kabupaten Lampung Selatan yang menghadap langsung ke Selat Sunda.
Dari TMP Kusuma Bangsa, mereka membawa pesan sejarah dan semangat juang untuk kemudian menunaikan tugas mengibarkan Merah Putih sebagai simbol kemerdekaan yang diwariskan kepada generasi penerus bangsa.