PESAWARAN — Sebuah pemandangan berbeda tersaji di Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Sejumlah prajurit Puslatpurmar 8 Teluk Ratai menaklukkan ketinggian untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih di puncak menara pemancar sinyal milik Telkomsel yang menjulang 74 meter. Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Komandan Puslatpurmar 8 Teluk Ratai, Letkol Marinir Rinto Hutagaol, menyatakan bahwa atraksi di ketinggian tersebut sarat makna. Menurutnya, pengibaran bendera di lokasi ekstrem merupakan wujud nyata penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan bangsa.
"Dengan keberanian dan semangat juang, para prajurit melaksanakan pengibaran Merah Putih sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia," kata Rinto dalam keterangannya di Lampung, Sabtu.
Rinto menjelaskan, aksi ini membawa pesan bahwa semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan belaka. Nilai-nilai perjuangan harus diterjemahkan dalam aksi nyata sehari-hari oleh seluruh komponen bangsa.
"Nilai perjuangan harus diterjemahkan dalam bentuk pengabdian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesiapan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan upaya satuan untuk membangkitkan semangat kebangsaan dan menggelorakan kecintaan terhadap Tanah Air. Merah Putih, lanjutnya, bukan sekadar kain bendera, melainkan identitas bangsa yang di dalamnya terkandung sejarah perjuangan dan tanggung jawab menjaga persatuan.
"Merah Putih harus terus berkibar. Semangat perjuangan para pahlawan menjadi inspirasi bagi kita untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh dedikasi, disiplin, dan pantang menyerah," ujar Rinto.
Semangat menyambut HUT ke-81 RI juga diwujudkan prajurit melalui aksi lain. Sebelumnya, mereka membagikan bendera Merah Putih kepada para pengendara sepeda motor yang melintas di sekitar area Puslatpurmar 8 Teluk Ratai.
Pembagian bendera tersebut menjadi ajakan langsung kepada masyarakat untuk ikut menghidupkan suasana kemerdekaan dengan memasang dan mengibarkan Merah Putih di lingkungan masing-masing. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat negara.
"Masyarakat memiliki ruang yang sama untuk menunjukkan kecintaan terhadap bangsa melalui tindakan sederhana, tetapi memiliki makna kebangsaan yang kuat," kata Rinto.