LAMPUNG — HAYA Games mulai membangun basis pemain awal untuk LuvPlace melalui program pre-registration yang sudah aktif di Indonesia. Langkah ini jadi uji nyali pertama bagi developer untuk mengukur antusiasme komunitas terhadap konsep dance game yang menggeser fokus dari kompetisi skor ke interaksi sosial.
Berbeda dari Audition atau Dance Battle yang mengandalkan kompetisi, LuvPlace menempatkan aspek sosial sebagai tulang punggung pengalaman bermain. Pemain bisa masuk ke ruang digital, mengobrol via voice chat, dan menghabiskan waktu tanpa harus selalu bermain.
Salah satu keunggulan utama LuvPlace adalah dukungan lintas perangkat. Pemain PC dan mobile masuk ke dunia yang sama, membuka peluang komunitas yang lebih besar sejak hari pertama. Ini menjawab kebiasaan gamer Indonesia yang sering berganti perangkat tergantung situasi.
Fitur voice chat yang tertanam langsung di dalam game juga jadi nilai jual. Pemain tidak perlu keluar ke Discord atau aplikasi pihak ketiga untuk sekadar ngobrol atau bercanda dengan teman satu ruangan.
HAYA Games menyebut daftar lagu LuvPlace akan dikurasi mengikuti preferensi musik generasi muda. Meski detail daftar lagu belum diumumkan, arah kurasi ini jelas menyasar selera pasar yang lebih luas dibanding dance game lawas.
Sistem avatar juga dirancang sebagai media personalisasi. Pilihan fashion mulai dari casual, streetwear, hingga gaya terinspirasi tren digital akan tersedia. Avatar bukan sekadar karakter, tapi representasi identitas pemain di ruang sosial digital.
Fitur komunitas LuvPlace mencakup Couple System dan Family System, mekanisme yang lazim ditemukan di game sosial asal Asia Timur. Sistem ini mendorong pemain membangun hubungan jangka panjang di dalam game, bukan sekadar bertemu lalu pergi.
Pendekatan ini jadi pembeda dari dance game tradisional yang lebih menekankan leaderboard dan akurasi not. LuvPlace mencoba memperluas definisi game rhythm dengan menjadikannya ruang untuk berkumpul dan membangun cerita bersama.
"Kami percaya sebuah game yang bertahan lama bukan hanya karena gameplay yang menyenangkan, tetapi karena komunitas yang tumbuh di dalamnya. Melalui LuvPlace, kami ingin menghadirkan ruang di mana pemain bisa menikmati musik, bertemu teman baru, dan menciptakan berbagai cerita bersama," ujar Imelda Halim, CEO HAYA Games.
HAYA Games menyiapkan program milestone dengan hadiah bertingkat berdasarkan jumlah pendaftar. Semakin banyak pemain yang melakukan pre-registration, semakin besar reward yang dibuka untuk semua peserta.
Pendaftaran bisa dilakukan melalui halaman resmi pre-registration LuvPlace. Dengan waktu tunggu hingga Oktober 2026, developer punya ruang untuk mengembangkan komunitas awal sekaligus mematangkan persiapan menghadapi persaingan di pasar rhythm game Indonesia yang masih didominasi pemain lama.