KOTABUMI — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, organisasi kemahasiswaan seperti HMI tidak bisa berjalan sendiri dalam pembangunan daerah. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi syarat utama agar pembangunan berjalan kuat.
"Kita tidak mungkin bekerja sendiri," ujarnya dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung Ganjar Jationo.
Menurut Gubernur, Lampung Utara saat ini membutuhkan generasi muda yang tidak sekadar kritis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas persoalan yang ada. HMI diminta menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah.
"Kami membutuhkan mitra yang mampu memberikan masukan secara objektif, sementara masyarakat membutuhkan kelompok intelektual muda yang dapat menyuarakan kepentingan mereka secara bertanggung jawab," kata Ganjar menyampaikan pesan Gubernur.
Pelantikan yang mengusung tema "Reposisi Kepengurusan HMI Cabang Kotabumi sebagai Kawah Candradimuka Perkaderan dan Perjuangan" ini dinilai menjadi momentum strategis. Gubernur menekankan, pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan peneguhan kembali komitmen perjuangan HMI agar relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen perjuangan HMI agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan daerah," ujarnya.
Pemprov Lampung berharap HMI Cabang Kotabumi mampu menjalankan dua peran secara beriringan. Pertama, sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan. Kedua, sebagai kontrol sosial yang mengawasi jalannya roda pemerintahan.
Untuk periode 2026–2027, kepengurusan baru diminta menyusun program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Beberapa prioritas yang disorot meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan literasi dan pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan kepemudaan, serta pemanfaatan teknologi dan ruang digital secara produktif.
Bupati Lampung Utara dalam sambutannya mengingatkan bahwa kaderisasi merupakan proses panjang pembentukan karakter dan kepemimpinan. Ia menegaskan, menjadi kader bukan sekadar mengenakan atribut organisasi, menghadiri forum, atau menduduki posisi kepengurusan.
"Menjadi kader adalah tentang proses. Proses membaca keadaan, mengasah pikiran, membersihkan hati, memperkuat keberanian, dan pada akhirnya menghadirkan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa kepemimpinan tidak diukur dari banyaknya perintah yang diberikan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada orang lain. Karena itu, HMI Cabang Kotabumi diharapkan menjadi ruang pembelajaran untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan berbeda pendapat secara sehat.
Ia mengingatkan bahwa kritik akan jauh lebih bermakna apabila disertai data, gagasan, dan solusi. Perbedaan cara pandang dalam menyikapi persoalan dianggap wajar, tetapi semangat membangun daerah harus tetap sama.
"Kita boleh berbeda dalam cara memandang persoalan, tetapi jangan pernah berbeda dalam semangat membangun daerah. Kita boleh kritis, tetapi akan jauh lebih bermakna apabila kritik itu disertai data, gagasan, solusi, dan ketulusan untuk membangun," katanya.
Bupati membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi HMI untuk berkontribusi melalui gagasan, kritik, masukan, maupun inovasi yang konstruktif. Pemerintah daerah disebut tidak dapat bekerja sendiri, sehingga keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, sangat dibutuhkan.
Dengan semangat kolaborasi ini, HMI Cabang Kotabumi diharapkan tidak hanya menjadi tempat lahirnya kader intelektual, tetapi juga kekuatan muda yang mampu menerjemahkan gagasan menjadi aksi nyata bagi masyarakat Lampung Utara.