BANDAR LAMPUNG — Ancaman kebakaran hutan dan lahan di Lampung meningkat seiring puncak musim kemarau. Data terbaru BPBD Lampung menunjukkan 13 kejadian karhutla terjadi dalam dua bulan terakhir, menghanguskan area seluas 10,6 hektare lebih.
Analis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Lampung, Faresha Revanza, merinci delapan kejadian terjadi pada Juli dan lima kejadian lainnya tercatat di Agustus.
"Kalau update terbaru, jumlahnya sudah menjadi 13 kejadian. Delapan laporan terjadi pada Juli, sedangkan sisanya terjadi pada bulan ini," kata Faresha, Senin (10/8/2026).
Dari 12 titik yang sudah masuk pendataan, enam di antaranya berada di Kabupaten Pesisir Barat. Kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang masing-masing mencatat dua kejadian, sedangkan Kabupaten Pringsewu satu kejadian.
"Untuk data 12 titik yang sudah masuk pendataan, enam berada di Pesisir Barat, dua di Mesuji, dua di Tulang Bawang, dan satu di Pringsewu," ujarnya.
Satu kejadian tambahan dilaporkan di Kabupaten Lampung Barat, tepatnya di Kelurahan Padang Cahya, Kecamatan Balik Bukit, pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Faresha menyebut kebakaran di lokasi ini tergolong kecil dan cepat dikendalikan.
Luasan lahan yang terbakar pada setiap kejadian bervariasi, mulai dari skala sangat kecil hingga sekitar 5 hektare. Sejauh ini, tidak ada kejadian yang mencapai luasan puluhan hektare.
"Luasan lahan terdampaknya relatif kecil. Ada yang hanya 0,002 hektare, 0,05 hektare, 0,1 hektare, kemudian ada juga yang mencapai 2 hektare, 3 hektare hingga sekitar 5 hektare," jelas Faresha.
BPBD Lampung terus memantau titik-titik rawan kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut dan semak kering. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat potensi api menjalar cepat di musim kemarau.