KUR Lampung Tembus Rp 5,3 Triliun di Semester I 2026, Lampung Tengah Jadi Penyumbang Terbesar Rp 1,3 Triliun

Penulis: Surya Dinata  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:50:01 WIB
Kantor Wilayah DJPb Kemenkeu Lampung mencatat realisasi penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp 5,3 triliun hingga semester I 2026.

BANDARLAMPUNG — Kabupaten Lampung Tengah memuncaki daftar daerah penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Provinsi Lampung sepanjang semester I 2026. Kantor Wilayah DJPb Kemenkeu Lampung mencatat nilai penyaluran di kabupaten tersebut mencapai Rp 1,3 triliun.

Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Lampung Purwadhi Adhiputranto menyampaikan bahwa program ini menyasar pelaku UMKM produktif yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan. Berbagai skema digulirkan, mulai dari KUR Supermikro, KUR Kecil, KUR Mikro, KUR Kluster, hingga KUR khusus Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Empat Daerah Lain dengan Penyaluran KUR Tertinggi

Selain Lampung Tengah, beberapa kabupaten/kota lain juga mencatatkan realisasi signifikan. Berikut rincian lima daerah penyumbang KUR terbesar di Lampung:

  • Kabupaten Lampung Timur: Rp 827 miliar
  • Kabupaten Lampung Selatan: Rp 604 miliar
  • Kabupaten Waykanan: Rp 505 miliar
  • Kota Bandarlampung: Rp 427 miliar

Sektor Pertanian Mendominasi Serapan KUR

Dari sisi sektor ekonomi, penyaluran KUR paling besar mengalir ke sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan dengan total Rp 3,23 triliun. Sektor perdagangan besar serta eceran menyusul di posisi kedua dengan serapan mencapai Rp 1,26 triliun.

Dominasi sektor primer ini dinilai sejalan dengan karakteristik ekonomi Lampung yang agraris. Para petani dan pelaku usaha rintisan di pedesaan menjadi peminjam dominan melalui skema KUR Mikro.

BRI Kuasai Pasar, Realisasi Capai 50 Persen dari Target

Penyaluran KUR di Lampung masih didominasi oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan pangsa pasar 72,65 persen. Bank Mandiri menyusul di posisi kedua dengan kontribusi 17,51 persen, lalu BPD Lampung sebesar 4,98 persen, dan Bank Syariah Indonesia 3,59 persen.

Secara keseluruhan, realisasi penyaluran KUR Lampung mencapai Rp 5,3 triliun atau setara 50,18 persen dari target tahunan Rp 10,62 triliun. Jumlah debitur yang telah memanfaatkan fasilitas ini tercatat sebanyak 89.798 orang, atau 86,87 persen dari target 103.361 debitur.

Skema Mikro Mendominasi, KUR PMI Masih Minim

Berdasarkan rincian skema, KUR Mikro menjadi primadona dengan 84.960 debitur dan penyaluran Rp 4,24 triliun. KUR Kecil mencatatkan 4.627 debitur dengan total Rp 1,08 triliun, sementara KUR Supermikro hanya menyerap Rp 1,70 miliar dari 182 debitur.

Adapun KUR untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) tercatat paling kecil, dengan realisasi Rp 93 juta yang dimanfaatkan oleh 29 debitur. Angka ini menunjukkan masih besarnya ruang sosialisasi bagi skema khusus PMI di Lampung.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top