IHSG Menguat 0,63% ke 6.383 di Sesi I, Sektor Energi Pimpin Kenaikan

Penulis: Surya Dinata  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:45:02 WIB
IHSG menguat 0,63% ke level 6.383 pada sesi I, dengan sektor energi memimpin kenaikan.

LAMPUNG — Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG dibuka di level 6.352,38 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.390,61. Level terendah indeks tercatat di 6.347,43, namun hingga sesi pertama berjalan, indeks masih betah di zona hijau, mempertahankan momentum dari penutupan sebelumnya di 6.343,71.

Saham Energi yang Menguat dan Melemah di Pagi Ini

Minat investor terhadap saham berbasis komoditas terlihat jelas. Saham Indika Energy menjadi pendorong utama dengan kenaikan 3,53 persen ke level 2.640. Disusul Adaro Andalan Indonesia yang menguat 2,51 persen ke level 9.175.

Berikut pergerakan saham energi lainnya pada perdagangan pagi ini:

  • Alamtri Resources Indonesia naik 1,20 persen ke level 2.530
  • Petrosea menguat 0,98 persen ke level 5.175
  • ABM Investama naik 0,75 persen ke level 2.670
  • Raharja Energi Cepu menguat 0,49 persen ke level 5.125
  • Bukit Asam naik 0,43 persen ke level 2.360
  • Baramulti Suksessarana menguat 0,23 persen ke level 4.330
  • Indo Tambangraya naik tipis 0,10 persen ke level 24.725

Adapun saham Bayan Resources, Golden Energy Mines, Prima Andalan Mandiri, Mitrabahtera Segara, dan Super Energy tercatat stagnan. Tekanan jual justru terlihat pada Sillo Maritime Perdana yang ambles 5,61 persen ke level 1.935, Transcoal Pacific melemah 3,02 persen ke level 3.850, serta Paragon Karya Perkasa yang terkoreksi 0,77 persen ke level 3.870.

Faktor Pendorong Sentimen Positif Pasar

Penguatan IHSG pada awal sesi ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek emiten berbasis sumber daya alam. Kenaikan harga komoditas energi global biasanya menjadi katalis utama bagi pergerakan saham-saham di sektor ini, mengingat mayoritas pendapatan emiten tercatat masih ditopang oleh volume ekspor batu bara dan minyak.

Dari sisi teknikal, level psikologis 6.400 menjadi resistance terdekat yang akan diuji oleh IHSG. Jika indeks mampu bertahan di atas level 6.350 hingga penutupan, peluang untuk melanjutkan reli menuju zona 6.400 terbuka lebar. Sebaliknya, gagal bertahan di level tersebut bisa memicu aksi ambil untung pada sesi berikutnya.

Pelaku pasar kini mencermati data perdagangan asing dan pergerakan nilai tukar rupiah untuk mengukur keberlanjutan penguatan. Aktivitas beli bersih (net buy) investor asing di pasar reguler akan menjadi sinyal tambahan bagi penguatan IHSG pada sesi kedua nanti.

Investasi mengandung risiko. Selalu lakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: listrikindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top