6 Madrasah di Lampung Timur Perkuat Mekanisme Perlindungan Anak, Data KemenPPPA Sebut Zona Merah Kekerasan

Penulis: Surya Dinata  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:19:31 WIB
Peserta mengikuti kegiatan penguatan mekanisme perlindungan anak di madrasah di Lampung Timur.

LAMPUNG TIMUR — MIN 1 Lampung Timur menginisiasi kegiatan bertajuk "Refresh Mekanisme Perlindungan Anak di Madrasah" yang berlangsung selama dua hari. Inisiatif ini melibatkan kontingen pendidik dan tenaga kependidikan dari enam madrasah di Kabupaten Lampung Timur, dan digarap bersama Yayasan Pembina Sosial Katolik (YPSK) serta mitra internasional ChildFund International.

Kegiatan ini menyoroti pendekatan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah yang selama ini dinilai masih timpang. Kepala MIN 1 Lampung Timur, Darsono, memaparkan data operator KemenPPPA yang menunjukkan tingkat kekerasan terhadap anak di Lampung Timur telah masuk zona merah.

Pendekatan Pencegahan Dinilai Masih Minim

Darsono mengkritisi pola penanganan kasus yang selama ini dominan dilakukan di daerahnya. Menurutnya, aparat dan lembaga terkait masih kerap bertindak setelah kasus terjadi, sementara upaya persuasif, promotif, dan preventif nyaris terlupakan.

"Selama ini di daerah kita pendekatan penanganan masih dominan pada penindakan kasus setelah kejadian. Kita masih minim pendekatan persuasif, promotif, dan preventif (pencegahan). Padahal dalam ajaran Islam, prinsip perlindungan anak sudah ditanamkan sejak zaman dahulu," ungkapnya dalam paparan yang dikutip dari laman resmi Kemenag Lampung Timur.

MIN 1 Lampung Timur Jadi Pelopor Program PPA

Di tengah kondisi tersebut, MIN 1 Lampung Timur mengklaim telah menjalankan program Perlindungan Anak di Madrasah (PPA) selama dua tahun terakhir. Pengalaman ini menjadi modal untuk mengimbasi madrasah lain di sekitarnya.

"Masalah akan selalu ada di lingkungan sekolah, namun yang terpenting adalah bagaimana kita memiliki mekanisme dan tim yang tepat untuk menyelesaikannya secara bijak dan terstruktur. Harapan kami, praktik baik dari MIN 1 ini dapat mengimbasi madrasah-madrasah lainnya," lanjut Darsono.

Dukungan Penuh Kemenag untuk Madrasah Ramah Anak

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Lampung Timur, Latif Khairin Bahri, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas lembaga ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama untuk mewujudkan Madrasah Ramah Anak (MRA).

"Saya sangat menyambut baik kegiatan ini karena sangat bermanfaat untuk memajukan madrasah ke depan. Salah satu program prioritas Kementerian Agama adalah mewujudkan Madrasah Ramah Anak (MRA). Apa yang telah diinisiasi oleh MIN 1 Lampung Timur sangat luar biasa dan patut untuk terus dilanjutkan serta diperluas," tegas Latif.

Latif menambahkan bahwa pembentukan akhlakul karimah merupakan pondasi utama karakter siswa. Kolaborasi bersama YPSK dan ChildFund International dinilainya sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang aman dan inklusif di Lampung Timur.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: kemenaglampungtimur.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top