TANGGAMUS — Panen perdana bawang putih kualitas Grade A di Pekon Datarajan, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, membuka jalan bagi lahirnya sentra hortikultura baru di Provinsi Lampung. Bupati Tanggamus Mohammad Saleh Asnawi langsung merespons hasil budidaya tersebut dengan menyiapkan lahan baru untuk pengembangan komoditas ini pada musim tanam berikutnya.
Bawang putih yang ditanam sejak April 2026 itu berhasil dipanen pada Selasa (4/8/2026). Proses budidaya melibatkan petani binaan Polres Tanggamus dengan pendampingan teknis dari tim asal Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Bupati Mohammad Saleh Asnawi mengaku kualitas umbi yang dihasilkan melebihi ekspektasi. Menurutnya, kondisi tanah dan iklim di dataran tinggi Ulubelu terbukti cocok untuk budidaya bawang putih, sehingga program ini layak diperluas.
"Keberhasilan ini membuktikan bawang putih dapat tumbuh dan menghasilkan panen yang sangat baik di Ulubelu. Ke depan, program ini akan terus kita tingkatkan," kata Saleh dalam keterangannya usai panen raya.
Pemerintah daerah telah mengidentifikasi beberapa hektare lahan tambahan untuk pengembangan budidaya berikutnya. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus berkontribusi pada program swasembada pangan nasional.
"Kami sudah menyiapkan beberapa hektare lahan untuk pengembangan berikutnya. Harapan kami, bawang putih menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional," ujarnya.
Data yang disampaikan bupati menunjukkan Indonesia masih mengimpor sekitar 541.400 ton bawang putih sepanjang tahun lalu. Dengan adanya produksi lokal dari Tanggamus, diharapkan ketergantungan terhadap pasokan luar negeri bisa berkurang secara bertahap.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko menjelaskan bahwa panen perdana ini merupakan hasil kolaborasi institusinya dengan kelompok tani setempat. Sebelum memulai budidaya, pihaknya melakukan survei di sejumlah lokasi untuk memastikan kesesuaian lahan.
"Panen perdana ini menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan berikutnya. Kami akan memperbaiki pengolahan lahan, memperkuat pendampingan teknis, dan terus bekerja sama dengan instansi terkait agar budidaya bawang putih di Tanggamus semakin berkembang," kata Rahmad.
Panen raya tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Tanggamus Agung Setyo Utomo, jajaran Kodim 0424/Tanggamus, Kejaksaan Negeri Tanggamus, serta perwakilan PGE Ulubelu. Kehadiran lintas sektor ini menjadi sinyal dukungan penuh terhadap pengembangan komoditas bawang putih di kabupaten tersebut.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi titik awal terbentuknya sentra produksi bawang putih di Tanggamus. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, program ini memperkuat sinergi pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam mendukung target ketahanan pangan nasional.