Polda Lampung Siagakan Personel Lintas Sektor Antisipasi Karhutla, 1.070 Hotspot Terpantau Hingga Akhir Juli

Penulis: Qodri Anwar  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 19:04:01 WIB
Polda Lampung menyiagakan personel lintas sektor untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di tengah puncak musim kemarau.

BANDARLAMPUNG — Polda Lampung memastikan seluruh kekuatan lintas sektor dikerahkan untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di tengah puncak musim kemarau. Langkah ini merupakan respons atas data satelit yang menunjukkan masih tingginya potensi titik api di wilayah Sumatra bagian selatan.

Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sumarto menyebut konsolidasi personel TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, BMKG, hingga pemerintah daerah menjadi strategi utama. "Kami memperkuat kesiapsiagaan seluruh kekuatan lintas sektor guna mengantisipasi karhutla," ujarnya di Mapolda Lampung, Senin.

Lima Kabupaten Jadi Prioritas Pengamanan Titik Panas

Data Dashboard Lancang Kuning Polda Lampung mencatat fluktuasi titik panas yang signifikan sepanjang tahun ini. Hingga 30 Juli, total 1.070 hotspot terdeteksi, dengan rincian 1.005 titik berstatus medium dan 43 titik masuk kategori high confidence.

Temuan itu menjadi dasar penentuan prioritas patroli di sejumlah wilayah rawan. Adapun lima kabupaten yang menjadi fokus pengamanan adalah Way Kanan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Tulang Bawang, dan Lampung Utara.

Kesiapan Sarana dan Teknologi Deteksi Dini

Selain mengerahkan personel, Polda Lampung memastikan seluruh perlengkapan pemadaman dalam kondisi siap operasional. Mulai dari embung penyimpan air, kendaraan water cannon, mobil tangki air, hingga mesin pompa disiagakan di titik-titik strategis.

Pemanfaatan teknologi juga dioptimalkan untuk mempercepat deteksi. Data dari Dashboard Lancang Kuning Polri, SIPONGI Kementerian Kehutanan, serta informasi hotspot BMKG diintegrasikan guna memastikan respons cepat terhadap setiap kemunculan titik api di lapangan.

Edukasi Masyarakat dan Ancaman Hukum bagi Pembakar

Pencegahan tidak hanya dilakukan melalui patroli, tetapi juga edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar kebakaran dapat dicegah sebelum meluas. Brigjen Pol. Sumarto menekankan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen nyata melindungi lingkungan.

"Keberhasilan mencegah karhutla hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh elemen bangsa. Kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi komitmen nyata untuk melindungi masyarakat dan lingkungan," kata dia.

Di sisi lain, aparat tidak segan menindak tegas pihak-pihak yang sengaja membakar lahan. "Kami akan melakukan penegakan hukum secara profesional, tegas, dan berkeadilan terhadap setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan," tegas Sumarto.

Fenomena El Nino yang memicu kemarau berkepanjangan mengharuskan semua pihak waspada. Polda Lampung menegaskan penguatan deteksi dini dan patroli terpadu akan terus berjalan hingga musim kemarau diprediksi berakhir pada September 2026.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top