PNS Pemprov Lampung Ditemukan Meninggal di Kos Way Halim, Polisi: Diduga Sakit Sejak 3 Hari

Penulis: Qodri Anwar  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 08:57:31 WIB
Polisi bersama Tim Inafis Polresta Bandar Lampung melakukan olah tempat kejadian perkara di kamar kos korban di Way Halim, Bandar Lampung, Minggu (2/8/2026) malam.

BANDAR LAMPUNG — Geger bau busuk yang menyengat dari sebuah kamar kos di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, berujung pada penemuan sesosok jasad pria paruh baya pada Minggu (2/8/2026) malam. Korban diketahui bernama Sabto Wibowo (52), seorang PNS aktif yang sehari-hari bertugas di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung.

Kapolsek Sukarame, Kompol HD Pandiangan, membenarkan peristiwa penemuan jenazah tersebut. Pihaknya bersama Tim Inafis Polresta Bandar Lampung langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi setelah menerima laporan dari warga.

“Kami bersama anggota datang ke lokasi, kemudian menghubungi petugas Inafis Polresta Bandar Lampung untuk melakukan identifikasi,” ujarnya.

Dugaan Sementara Meninggal karena Sakit

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menduga korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Kondisi jasad yang sudah membusuk saat ditemukan dalam posisi terlentang di atas sofa membuat petugas kesulitan memastikan penyebab pasti kematian secara langsung.

“Belum diketahui apa penyebab meninggalnya SW, namun dari kondisi dan keterangan beberapa saksi, dugaan sementara karena sakit,” kata HD Pandiangan.

Kuat dugaan tersebut diperkuat oleh kesaksian rekan kerja korban, Nano. Ia mengungkapkan bahwa pada Senin (27/7/2026), Sabto sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya namun tetap memaksakan diri untuk beraktivitas seperti biasa.

Terakhir Terlihat Sepulang Dinas dari Pesawaran

Nano menuturkan, pertemuan terakhirnya dengan korban terjadi pada Kamis (30/7/2026) sepulang dari perjalanan dinas ke Kelumbayan, Kabupaten Pesawaran. Saat itu, korban sempat mampir ke rumah Nano hingga usai waktu Magrib sebelum akhirnya pamit pulang ke kamar kosnya.

Sejak saat itu, korban tidak lagi terlihat beraktivitas hingga akhirnya warga mencium bau busuk yang menyengat dari arah kamar kosnya. Temuan ini kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan ke Bhabinkamtibmas Polsek Sukarame.

Barang Milik Korban Diamankan Polisi

Dalam proses olah TKP, petugas mengamankan sejumlah barang milik korban sebagai barang bukti awal. Barang-barang tersebut meliputi dompet berisi uang tunai Rp 500 ribu, KTP, kartu BPJS, SIM C, NPWP, dua unit telepon genggam Android, satu unit laptop, serta sepeda motor Yamaha Aerox bernomor polisi BE 5417 YE.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Abdul Moeloek untuk dilakukan visum luar. Pihak keluarga yang telah dihubungi menyatakan tidak berkenan dilakukan autopsi terhadap jenazah Sabto Wibowo.

“Kami sudah menghubungi pihak keluarga. Keluarga menyatakan tidak berkenan dilakukan autopsi dan hanya bersedia dilakukan visum luar,” tutup HD Pandiangan.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: berjayanews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top