BANDAR LAMPUNG — Ketua DPP GMNI Bidang Agitasi dan Propaganda Surya Dermawan Nasution menyatakan lokakarya tersebut dirancang agar pola kaderisasi di seluruh tingkatan kepengurusan GMNI selaras. Penyelenggaraan di Bandar Lampung dipilih sebagai momentum strategis merumuskan silabus yang relevan dengan tantangan zaman.
"Lokakarya ini menjadi bagian penting dari visi Ketua Umum Sujahri Somar dan upaya DPP GMNI untuk memperkuat fondasi ideologi organisasi, menyelaraskan pola kaderisasi di seluruh tingkatan kepengurusan dan memastikan proses pembentukan kader GMNI tetap berakar pada ajaran Marhaenisme yang digali dari pemikiran Bung Karno," ujar Surya dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).
Silabus Kaderisasi Jadi Agenda Utama Sepekan
Lokakarya berlangsung tujuh hari penuh, dari 26 Oktober hingga 1 November 2026. Peserta akan membahas rancangan silabus kaderisasi nasional yang sistematis, terarah, dan disesuaikan dengan tantangan zaman.
Silabus itu nantinya menjadi acuan pembentukan kader di seluruh kepengurusan GMNI, dari tingkat pusat hingga daerah. Surya menekankan proses kaderisasi harus tetap berakar pada ajaran Marhaenisme yang digali dari pemikiran Bung Karno.
Konsolidasi Elemen Nasionalis Menuju Satu Abad Marhaenisme
Forum di Bandar Lampung juga disiapkan sebagai ruang konsolidasi menghimpun seluruh kekuatan elemen nasionalis. Agenda besarnya mempertemukan gagasan dan menyusun perjuangan menyambut satu abad Marhaenisme pada tahun depan.
"Menuju satu abad marhaenisme di tahun depan, elemen nasionalis harus berpartisipasi aktif mengawal ideologi marhanenisme dijadikan sebagai perspektif pemerintah dalam mengarahkan pembangunan nasional menuju Indonesia maju, berdaulat, dan mandiri," ungkap Surya.
Dorong Marhaenisme Jadi Perspektif Pembangunan Nasional
GMNI menargetkan ajaran Marhaenisme tidak berhenti sebagai wacana organisasi. Surya mendorong ideologi itu dijadikan perspektif pemerintah dalam mengarahkan arah pembangunan nasional.
Harapan tersebut dibingkai dalam cita-cita Indonesia maju, berdaulat, dan mandiri. Konsolidasi elemen nasionalis dinilai menjadi jalan untuk mempertemukan gagasan itu sebelum satu abad Marhaenisme diperingati.
Lokakarya Kaderisasi Nasional di Bandar Lampung menjadi titik awal rangkaian agenda GMNI menuju peringatan tersebut. DPP GMNI belum merinci jumlah peserta maupun susunan acara selama sepekan kegiatan berlangsung.