Pencarian

40 Ribu Kopdes Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 • 14:09:31 WIB
40 Ribu Kopdes Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan 35.000 hingga 40.000 Kopdes Merah Putih beroperasi pada akhir 2026.

LAMPUNG — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan 35.000 bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih rampung hingga akhir 2026, dengan potensi realisasi menembus 40.000 unit. Target itu dinilai realistis karena lahan pembangunan sudah tersedia, meski pemerintah memilih angka moderat. Kopdes Merah Putih disiapkan menyalurkan LPG, pupuk, hingga bantuan pangan untuk 33,2 juta penerima.

Zulkifli Hasan menyampaikan target tersebut dalam konferensi pers di kantornya di Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026). Pemerintah memilih angka 35.000 unit sebagai target moderat, meski lahan yang tersedia memungkinkan pembangunan hingga 40.000 unit.

"Sampai akhir tahun ini kemungkinan, malah saya bilang 35 ribu, kemungkinan yang jadi ini 40 ribu. Bisa, karena tanahnya sudah dapat sampai akhir tahun. Tapi kita ambil moderat 35 ribu lah," kata Zulhas.

Pembangunan Butuh Koordinasi Lintas Lembaga

Pembangunan puluhan ribu Kopdes Merah Putih tidak bisa dikerjakan satu kementerian saja. Zulhas menyebut program ini melibatkan kementerian dan lembaga lain, badan usaha milik negara, hingga pemerintah daerah di tingkat kecamatan dan desa.

Pelaksanaannya berjalan bertahap. Pembentukan badan hukum koperasi sudah selesai dalam beberapa bulan terakhir. Tahap berikutnya adalah pembangunan fisik dan persiapan operasional.

Pemerintah juga menggandeng Tentara Nasional Indonesia untuk mempercepat pembangunan 80.000 bangunan koperasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Zulhas beralasan, metode tender satu per satu tidak akan efektif untuk proyek sebesar ini.

"Untuk membangun 80 ribu bangunan yang besar gini, tanahnya segala macam, tempatnya di seluruh Indonesia. Nggak mungkin kita satu-satu tender. Kalau satu-satu tender, nanti ada yang miring, dipanggil lagi, setop lagi. Bisa 10 tahun lah, kelar. Oleh karena itu kita minta semua pihak, termasuk TNI," bebernya.

8.000 Kopdes Sedang Dilengkapi Sarana Operasional

Saat ini, hampir 29.000 Kopdes Merah Putih sudah mencapai tahap kesiapan pembangunan. Sekitar 8.000 di antaranya sedang dalam proses pemenuhan perlengkapan operasional.

Perlengkapan yang disiapkan mencakup komoditas kebutuhan masyarakat seperti pupuk, gula, minyak goreng, dan LPG. Pemerintah juga memeriksa kesiapan sarana transportasi, mulai dari truk, mobil pikap, hingga kendaraan roda tiga.

"Ada mobil truk itu benar nggak, apa omon-omon aja. Ya kalau ada truknya, benar nggak mobilnya hidup, apa baknya aja yang ada. Itu dicek. Ada mobil pick-up-nya, pick-up-nya nyala nggak, ada mesinnya nggak, bisa jalan apa tidak," tutur Zulhas.

Salurkan Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima

Selain menyediakan kebutuhan pokok dan barang subsidi, Kopdes Merah Putih disiapkan menjadi titik penyaluran bantuan pangan pemerintah. Bantuan beras yang disiapkan sebanyak 1 juta ton untuk 33,2 juta penerima desil 1 hingga 4.

Zulhas menyebut administrasi penyaluran masih dalam proses penyelesaian, termasuk pengecekan ulang data penerima.

"Kalau ini sudah selesai administrasinya, nanti dibaginya di Kopdes-Kopdes ini. Ya tentu perlu waktu. Kok belum ada berasnya? Lagi diselesaikan pembayaranya dulu datanya-datanya. Ya, karena 33,2 juta kan dicek ulang. Mungkin minggu depan nanti selesai akan dibagi di Kopdes Merah Putih," tutup Zulhas.

Realisasi 35.000 hingga 40.000 Kopdes Merah Putih pada akhir 2026 akan menjadi ujian pertama program koperasi desa skala besar. Jika berjalan sesuai target, koperasi ini berpotensi mengubah pola distribusi barang subsidi dan bantuan pangan di tingkat desa, sekaligus memangkas rantai pasok yang selama ini panjang.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks