Pencarian

Wiwik Anggraini Minta Maaf soal Wartawan Dilarang Liput PIP-WK di Labuhan Ratu, IMF Apresiasi Komitmen Evaluasi Tim

Minggu, 11 Oktober 2026 • 14:01:02 WIB
Wiwik Anggraini Minta Maaf soal Wartawan Dilarang Liput PIP-WK di Labuhan Ratu, IMF Apresiasi Komitmen Evaluasi Tim
Wiwik Anggraini menyampaikan permohonan maaf terkait insiden penolakan wartawan di Labuhan Ratu.

BANDAR LAMPUNG — Wiwik Anggraini menegaskan dirinya belum tiba di lokasi saat insiden penolakan terhadap empat wartawan terjadi. Menurutnya, saat itu masih pagi dan belum ada tamu undangan yang hadir. Ia menduga persoalan itu murni akibat miskomunikasi di lapangan.

Wiwik juga mengaku tidak menerima laporan dari tim penyelenggara soal adanya wartawan yang hendak meliput tetapi tidak diperbolehkan masuk. Informasi itu baru ia ketahui setelah membaca pemberitaan di media online.

"Pada saat kejadian, saya belum ada di lokasi karena masih pagi dan belum ada tamu undangan yang hadir. Ketika saya datang, tidak ada komunikasi dari tim bahwa sebelumnya ada wartawan yang hendak meliput, tetapi dilarang. Jadi, saya kaget ketika melihat beritanya," ujar Wiwik.

Permohonan Maaf dan Janji Edukasi ke Tim

Menanggapi persoalan tersebut, Wiwik menyampaikan permohonan maaf secara pribadi dan atas nama timnya. Ia menduga insiden itu terjadi karena anggota timnya belum terbiasa menangani koordinasi dengan awak media.

"Namun, saya pribadi atas nama tim saya meminta maaf atas kesalahpahaman anggota tim saya. Mungkin mereka panik. Ke depan, saya akan mengedukasi tim saya agar hal seperti ini tidak terjadi lagi," ungkapnya.

Wiwik menegaskan dirinya terbuka terhadap kehadiran wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik. Ia menyebut komunikasi dengan media perlu terus dijaga agar tidak memicu kesalahpahaman serupa.

"Saya selalu welcome dengan wartawan. Saya terbiasa menerima wartawan, mungkin tim saya belum terbiasa. Nanti akan saya edukasi agar ke depannya tidak terjadi lagi," tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa jurnalis Roni dan Yudi memang bukan pihak yang dijadwalkan meliput kegiatan PIP-WK. Keduanya kebetulan merupakan wartawan yang sering melakukan peliputan di kantor dewan.

IMF Sambut Klarifikasi dan Dorong Perbaikan Koordinasi

Tim media Integrity Media Forum (IMF) menyambut baik klarifikasi dan permohonan maaf yang disampaikan Wiwik Anggraini. Menurut Indra Segalo Galo, penjelasan langsung dari pihak bersangkutan menjadi langkah penting untuk meluruskan informasi sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi polemik berkepanjangan.

"Tim media mengapresiasi sikap Ibu Hj. Wiwik Anggraini yang telah memberikan klarifikasi secara terbuka dan menyampaikan permohonan maaf. Ini merupakan langkah positif dalam membangun komunikasi yang baik antara wakil rakyat dan insan pers," ujar Indra.

Meski demikian, IMF berharap komitmen edukasi terhadap tim penyelenggara benar-benar dijalankan. Koordinasi yang baik dinilai penting agar wartawan dapat menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan tidak menghadapi kesalahpahaman di lapangan.

Indra menegaskan persoalan ini tidak seharusnya diarahkan menjadi konflik antara wartawan dan wakil rakyat. Peristiwa tersebut perlu dijadikan bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki mekanisme komunikasi dan peliputan kegiatan publik.

"Ketika terjadi persoalan, yang terpenting adalah keterbukaan untuk memberikan penjelasan, keberanian mengakui adanya kesalahpahaman, serta komitmen memperbaiki keadaan. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang," tegasnya.

Kemerdekaan Pers dan Koordinasi Peliputan

IMF mengingatkan bahwa kemerdekaan pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 4 ayat (3), menjamin hak pers nasional untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan serta informasi.

Di sisi lain, setiap kegiatan juga perlu dikelola dengan koordinasi yang jelas, termasuk soal akses peliputan. Apabila terdapat pembatasan teknis atau ketentuan tertentu, penyelenggara diharapkan menjelaskannya secara terbuka dan proporsional.

Tim media Lampung menilai klarifikasi Wiwik Anggraini menjadi titik awal yang baik untuk menyelesaikan persoalan ini melalui komunikasi dan evaluasi, bukan saling menyalahkan. Permintaan maaf dinilai bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk tanggung jawab.

Komitmen memperbaiki koordinasi dengan awak media menjadi hal yang perlu dibuktikan agar hubungan antara wakil rakyat dan pers semakin profesional, terbuka, serta saling menghormati.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: newsanalis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks