Pencarian

Lanal Lampung Matangkan Fasilitas Labuh dan Infrastruktur Pangkalan untuk Dukung Kapal Induk

Rabu, 07 Oktober 2026 • 08:12:02 WIB
Lanal Lampung Matangkan Fasilitas Labuh dan Infrastruktur Pangkalan untuk Dukung Kapal Induk
Komandan Lanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan menyampaikan kesiapan fasilitas labuh dan infrastruktur pangkalan di Bandarlampung.

Pangkalan TNI AL Lampung mematangkan kesiapan fasilitas labuh dan infrastruktur pangkalan guna mendukung operasional kapal induk di Bandarlampung. Komandan Lanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan menyatakan pembangunan dan penyiapan infrastruktur berjalan bertahap sesuai fungsi 5R, yakni Rebase, Replenishment, Repair, Refresh, dan Rest and Recreation.

BANDARLAMPUNG — Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan menegaskan pihaknya fokus menyiapkan dukungan 5R bagi unsur-unsur KRI yang bersandar. Dukungan itu mencakup fasilitas bersandar untuk rebase, logistik untuk replenishment, hingga pemeliharaan dan perbaikan atau repair.

Penyiapan sarana dan prasarana berjalan bertahap, mulai dari kelengkapan bangunan, pasokan listrik, air bersih, sampai prasarana penunjang lain. Irianto menilai akses navigasi di perairan Lampung tergolong bagus dan agak terlindung sehingga dinilai menjadi salah satu pertimbangan.

Fungsi 5R Jadi Fokus Utama Pangkalan

Menurut Irianto, pangkalan memiliki peran vital dalam memberikan dukungan operasional penuh bagi unsur-unsur KRI dan dukungan teknis di lapangan. Fungsi 5R diterapkan sebagai acuan tugas pokok pangkalan TNI AL.

"Sesuai tugas pokok dan fungsi pangkalan, kami fokus menyiapkan dukungan 5R. Mulai dari fasilitas bersandar untuk rebase, dukungan logistik atau replenishment, hingga pemeliharaan dan perbaikan (repair)," kata Irianto di Bandarlampung, Senin.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk KRI berada di bawah kewenangan Markas Besar TNI AL, bukan pangkalan setempat.

Kedatangan Kapal Induk Masih Menunggu Keputusan Pusat

Soal kedatangan kapal induk ke Lampung, Irianto menyatakan keputusan berada di tangan pusat dengan mempertimbangkan banyak faktor. Meski demikian, kesiapan sarana dan prasarana terus berjalan.

"Namun yang pasti kesiapan sarana dan prasarana terus berjalan, mulai dari kelengkapan bangunan, kesiapan dukungan pasokan listrik, air bersih, hingga prasarana penunjang lainnya itu yang sedang persiapkan. Akses navigasinya juga bagus, agak terlindung juga. Mungkin itu yang jadi pilihan," ungkapnya.

Irianto memastikan Lampung tidak akan menjadi satu-satunya tempat kapal induk bersandar. Pihaknya telah menyiapkan beberapa pangkalan kapal induk di lokasi lain.

Giuseppe Garibaldi dan Dua KRI Baru TNI AL

Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL, yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321. Ketiga kapal sama-sama dibuat perusahaan asal Italia, Fincantieri.

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan dilengkapi mesin penggerak super yang dapat melaju hingga 30 knot atau 56 kilometer per jam. Kapal pengangkut pesawat tempur itu juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata, seperti peluncur Oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat sea sparrow/selenia aspide, Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, tabung torpedo rangkap tiga 324 milimeter, dan Otomat Mk 2 SSM.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks