LAMPUNG — Veda Ega Pratama menegaskan target utamanya di Moto3 Mandalika 2026 bukan podium, melainkan finis tanpa jatuh. Pembalap Gunungkidul itu mengaku enggan memberi tekanan berlebih pada diri sendiri meski tampil di depan publik Indonesia.
Veda akan tampil di Sirkuit Mandalika akhir pekan ini dengan modal hasil positif pada Moto3 Jepang 2026. Ia finis di posisi ke-11 setelah start dari posisi ke-18, sebuah comeback yang menambah kepercayaan dirinya menghadapi balapan kandang.
Mandalika bukan trek asing bagi Veda. Ia menyebut sirkuit tersebut sebagai salah satu favoritnya dan sudah memiliki pengalaman berlatih di sana sebelum balapan resmi digelar.
Modal Finis ke-11 di Jepang Jadi Bekal
Hasil di Jepang menjadi titik balik bagi Veda. Start dari posisi ke-18 dan finis ke-11 menunjukkan ritme balapannya terus membaik sepanjang musim, dan itu menjadi bekal penting sebelum tampil di hadapan pendukung sendiri.
"Pastinya saya lebih semangat dan enggak sabar buat ngejalanin balapan di Mandalika. Karena ini salah satu sirkuit favorit saya," ujar Veda dalam jumpa pers di Hotel JS Luwansa, Senin (5/10).
Veda juga mengaku memiliki firasat bagus karena sudah mengenal karakter Sirkuit Mandalika. Namun, ia menyadari balapan Moto3 di trek tersebut akan menjadi pengalaman baru.
"Dan saya ada feeling bagus karena ya, saya suka treknya dan kemarin juga sudah sempat latihan. Saya juga ada pengalaman balapan di sana. Jadi, ya kita lihat mungkin nanti," kata Veda.
Fokus Finis, Bukan Podium
Meski tampil di depan publik Indonesia, Veda tidak ingin memasang target terlalu tinggi. Ia memilih fokus menyelesaikan balapan dengan baik dan menghindari kesalahan yang membuat gagal finis.
"Target saya bisa finis, enggak jatuh, dan saya enggak mau kasih tekanan ke diri saya, sih. Semoga saja dapat hasil yang bagus [dalam Moto3 Mandalika 2026]," kata Veda menjelaskan.
Pendekatan itu masuk akal. Tekanan tampil di kandang sering membuat pembalap muda terburu-buru mengambil risiko, terutama di sektor pengereman keras yang menjadi ciri Sirkuit Mandalika.
Angin Kencang Jadi Tantangan Terbesar
Salah satu tantangan yang diwaspadai Veda adalah angin di Mandalika. Menurutnya, posisi sirkuit yang berada dekat pantai membuat hembusan angin cukup besar dan dapat menjadi tantangan.
Angin kencang kerap mengubah titik pengereman dan kestabilan motor, terutama di lintasan lurus panjang. Pembalap yang salah membaca kondisi bisa kehilangan posisi atau bahkan terjatuh.
Veda menyadari hal itu dan memilih bermain aman. Baginya, finis dengan poin lebih berharga daripada memaksakan diri mengejar posisi yang belum tentu tercapai.